Tampilkan postingan dengan label siroh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label siroh. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Desember 2016

KERAJAAN IBLIS -لعنة الله عليه- ADA DI ATAS LAUT



🔘 Dalam hadits riwayat Imam Muslim dari Jabir bin Abdillah -radliyallahu 'anhu- berkata : Rasulullah -Shallallahu 'alaihi wa Sallam- bersabda :

"إن إبليس يضع عرشه على الماء ثم يبعث سراياه، فأدناهم منه منزلة أعظمهم فتنة."

"Sesungguhnya Iblis meletakkan singgasananya di atas air, lalu mengutus pasukannya. Maka yang mendapatkan kedudukan paling dekat dengan iblis diantara mereka adalah yang paling besar fitnahnya (dalam menggoda bani Adam)."

 "وعند أحمد : "عرش إبليس على البحر يبعث سراياه في كل يوم يفتنون الناس، فأعظمهم عنده منزلة أفتنهم للناس."

Dan (disebutkan) dalam riwayat Imam Ahmad :
"Singgasana iblis di atas laut, ia mengutus pasukannya pada setiap harinya untuk memfitnah manusia. Maka diantara mereka(pasukannya) yang paling besar kedudukannya di sisi Iblis adalah yang paling besar pengaruhnya dalam memfitnah manusia."


و الله أعلم بالصواب
بارك الله فيكم




✍🏽 Abu Ishaq atThubany
      -Ghofarollahu lahu-

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

📚 https://tlgrm.me/kisahparaNabi

Rabu, 15 Juni 2016

Petuah Sang Guru ❗



📜 Petuah Sang Guru ❗📜

Imam Al-Muzany bercerita:

⭕Aku menemui Imam Asy-Syafi’i menjelang beliau wafat, lalu aku bertanya:

🔹Bagaimana keadaanmu pada pagi ini, wahai Ustadzku❓”

🔺Beliau menjawab, “Pagi ini aku akan melakukan perjalanan meninggalkan dunia, akan berpisah dengan kawan-kawanku, akan meneguk gelas kematian, akan menghadap kepada Allah dan akan menjumpai kejelekan amalanku.

Aku tidak tahu: apakah diriku berjalan ke surga sehingga aku mendapatkan ucapan kegembiraan, atau berjalan ke neraka sehingga aku dapat menghibur hati dari kesedihan.”

📝Aku berkata, “Nasihatilah aku.”

Maka beliau berpesan kepadaku:

🔹Bertakwalah kepada Allah permisalkanlah akhirat dalam hatimu
🔹Jadikanlah kematian antara kedua matamu
🔹Janganlah lupa bahwa engkau akan berdiri di hadapan Allah. Takutlah terhadap Allah ‘Azza wa Jalla
Jauhilah segalah hal yang Dia haramkan, laksanakanlah segala perkara yang Dia wajibkan
🔹Hendaknya engkau bersama Allah di manapun engkau berada
🔹Janganlah sekali-kali engkau menganggap kecil nikmat Allah kepadamu -walaupun nikmat itu sedikit- dan balaslah dengan bersyukur
🔹Jadikanlah diammu sebagai tafakkur, pembicaraanmu sebagai dzikir dan pandanganmu sebagai pelajaran
🔹Maafkanlah orang yang menzhalimimu, sambunglah (silaturrahmi dari)orang yang memutus silaturahmi terhadapmu, berbuat baiklah kepada siapapun yang berbuat jelek kepadamu
🔹Bersabarlah terhadap segala musibah, dan berlindunglah kepada Allah dari api neraka dengan ketakwaan.”

Aku berkata:
“Tambahlah (nasihatmu) kepadaku❗”

Beliau melanjutkan:

🔹Hendaknya kejujuran adalah lisanmu, menepati janji adalah tiang tonggakmu, rahmat adalah buahmu, kesyukuran sebagai thaharahmu, kebenaran sebagai perniagaanmu, kasih sayang adalah perhiasanmu, kecerdikan adalah daya tangkapmu, ketaatan sebagai mata percaharianmu, ridha sebagai amanahmu, pemahaman adalah penglihatanmu, rasa harapan adalah kesabaranmu, rasa takut sebagai pakaianmu, shadaqah sebagai pelindungmu, dan zakat sebagai bentengmu.
🔹Jadikanlah rasa malu sebagai pemimpinmu, sifat tenang sebagai menterimu, tawakkal sebagai baju tamengmu, dunia sebagai penjaramu, dan kefakiran sebagai pembaringanmu.  🔹Jadikanlah kebenaran sebagai pemandumu, haji dan jihad sebagai tujuanmu, Al-Qur`an sebagai juru bicaramu dengan kejelasan, serta jadikanlah Allah sebagai Penyejukmu.
🔹Barangsiapa yang bersifat seperti ini, surga adalah tempat tinggalnya.”

Kemudian,Imam Asy-Syafi’i mengangkat pandangannya ke arah langit seraya menghadirkan susunan ta’bir. Lalu beliau bersya’ir:

🔹 Kepada-Mu -wahai Ilah segenap makhluk, wahai Pemilik anugerah dan kebaikan-

🔹 Kuangkat harapanku, walaupun aku ini seorang yang bergelimang dosa

🔹 Tatkala hati telah membatu dan sempit segala jalanku

🔹 Kujadikan harapan pengampunan-Mu sebagai tangga bagiku

🔹 Kurasa dosaku teramatlah besar, tetapi tatkala dosa-dosa itu

🔹 Kubandingkan dengan maaf-Mu -wahai Rabb-ku-, ternyata maaf-Mu lebihlah besar

🔹 Terus menerus Engkau Maha Pemaaf dosa, dan terus menerus

🔹 Engkau memberi derma dan maaf sebagai nikmat dan pemuliaan

🔹 Andaikata bukan karena-Mu, tidak seorang pun ahli ibadah yang tersesat oleh Iblis

🔹 Bagaimana tidak, sedang dia pernah menyesatkan kesayangan-Mu,Adam

🔹 Kalaulah Engkau memaafkan aku, Engkau telah memaafkan

🔹 Seorang yang congkak, zhalim lagi sewenang-wenang yang masih terus berbuat dosa

🔹 Andaikata Engkau menyiksaku, tidaklah aku berputus asa,

🔹 Walaupun diriku telah engkau masukkan ke dalam Jahannam lantaran dosaku

🔹 Dosaku sangatlah besar, dahulu dan sekarang,

🔹 Namum maaf-Mu -wahai Maha Pemaaf- lebih tinggi dan lebih besar

📚 Tarikh Ibnu Asakir Juz 51 hal. 430-431
___________
           10 Ramadhan 1437
🌀Daarul Hadits Al Bayyinah🌀
               Sidayu Gresik
              Harrosahallah
🔊🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔊

   🔵Channel Telegram UI🔵
         http://bit.ly/uimusy

Kunjungi Website Kami MUSY
            [Muslim Salafy]
www.musy.salafymedia.com
🔺🔺🔺🔺🔺🔺🔺🔺🔺

Siapakah Al-Imam Muhammad Nashiruddin al-Albani?



❓Imam Rabi' bin Hadi al-Madkhali ditanya, "Apakah Syaikh al-Albani adalah pemimpin ahlil hadits di zaman ini?"

✅ Jawab al-Allamah al-Muhadits Rabi' bin Hadi Umar al-Madkhali -semoga Allah angkat kemulian beliau di dunia dan akhirat-, "Demi Allah itulah yang diakui oleh Syaikh Ibn Baz dan Ibn Utsaymin serta ulama lain yang sezaman dengan beliau, ketika mereka ditanya tentang pertanyaan yang sama maka jawaban mereka bahawa dalam hadits beliau tidak ada yang menyaingi (dalam khidmatnya), tidak tersaingi sama sekali bahkan dari abad-abad sebelumnya tidak ada yang mencapai pada apa yang dicapai oleh Syaikh al-Albani, bahkan aku sendiri berpendapat bahawa dalam ittila' (membahas dan mempelajari hadits), beliau tidak tersaingi bahkan oleh Ibnu Taymiyah mahu pun Ibnu Hajar dalam ittila'. Mungkin dalam hafalan mereka banyak yang hafal lebih dari beliau, akan tetapi dalam ittila', membahas dan serius serta bersungguh-sungguh dalam membahas hadits maka beliau tidak ada tandingannya.

☝🏼Beliau telah persembahkan untuk perpustakaan Islam karya-karya beliau yang itu tidak mampu dipersembahkan oleh negara atau yayasan dan organisai besar, dan siapa pun yang menulis hadits sekarang pastilah kembali kepada beliau. Sayang, orang-orang Arab telah menzalimi beliau dan tidak mengenali keutamaannya.

☝🏼Beliau adalah seseorang yang Allah datangkan dari tengah benua Eropa lalu Allah letakkan di perpustakaan Dzohiriyyah yang merupakan perpustakaan terbaik di belahan timur. Beliau duduk di dalamnya selama enam puluh tahun untuk mempersembahkan semua karya besar ini.

❗Namun apa yang beliau jumpai dari kita? Sungguh sayang, memang tidaklah mengetahui keutamaan bagi pemiliknya kecuali orang yang juga memiliki keutamaan. Oleh sebab itu ulama mengetahui dan mengakui keutamaan beliau, seperti Ibn Baz, Ibn Utsaymin dan selain mereka berdua dari para ulama Islam di India, di Pakistan, dan Arab Barat (Moroko, Libya dan Jazair). Semuanya mengakui keutamaannya serta apa yang telah beliau persembahkan untuk umat baik dalam akidah, manhaj mahu pun khidmah kepada Sunnah Nabi.

🌹Semoga Allah rahmati beliau dan Allah balas dengan balasan terbaik sebagaimana Allah balas   orang yang beramal. Begitu pula semoga Allah balas setiap orang yang berkhidmat kepada Sunnah Nabi dan agamaNya, naam." (Majlis 26/01/1426)

✅ Syaikh Muhammad bin Hadi al-Madkhali berkata, "Syaikh al-Albani telah melebihi al-Hafidz Ibnu Hajar dalam khidmat untuk Sunnah, baik pensahihan atau pendhaifan (hadits)."

رحمه الله رحمة واسعة وأسكنه فسيح جناته

📂 (Faedah ilmiah dari al-Ustadz Usamah Mahri di WhatsApp طريق السلف)

📚 WhatsApp طريق السلف 📚
🌐 www.thoriqussalaf.com
🌐 telegram: http://bit.ly/thoriqussalaf

Sabtu, 21 Mei 2016

Kisah Laba-laba dan burung merpati di Gua Tsur




📝 *ditanyakan kepada Asy-Syaikh Muhammad bin Sholih Al 'Utsaimin rahimahullah :*

_"Apakah benar kisah sarang laba-laba dan dua burung merpati pada hari ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersembunyi di Gua Tsur ?_

Jawab :

_"Tidak, disebutkan oleh Ahli Sejarah bahwasanya ketika Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersembunyi di Gua Tsur maka Laba-laba membuat sarang dan burung merpati meletakkan ranting pohon untuk menutupi beliau, dan kisah ini adalah dusta, tidak benar._
_Tidak ada satupun dalil yang dinukilkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, bahwasanya Laba-laba membuat sarangnya dan menutupi beliau begitupula burung merpati yang seandainya orang menoleh akan mengatakan : "oh, disini tidak ada seorang pun"._

_Akan tetapi yang benar adalah, Allah membutakan mata mereka (orang-orang Quraisy yang mengejar Rasulullah dan Abu Bakr,-red), karena itulah Abu Bakr berkata :_
*"Wahai Rasulullah, andai salah satu mereka menoleh ke arah kaki mereka, niscaya mereka akan melihat kita"*
_itu karena tak ada satupun penghalang yang menghalangi pandangan mereka._

_Maka tidak benar penyebutan Laba-laba dan Burung Merpati pada kisah bersembunyinya Rasulullah di Gua Tsur._

👉🏽 _Dan karena (kisah yang tidak benar ini,-red) akhirnya kebanyakan manusia memuliakan Laba-laba, dengan mengatakan "Jangan membunuhnya..,karena dia telah membuat sarang untuk menyembunyikan Rasulullah, adapun cecak boleh dibunuh karena dia telah meniupkan api kepada Nabi Ibrahim 'alaihisshalatu was salaam."_ _Yang dengan ini dia memuliakan Laba-laba._

*Kita katakan : Tidak benar, Laba-laba juga boleh dibunuh jika menganggu sebagaimana hewan lainnya, Laba-laba terkadang mengganggu dengan membuat sarang di buku-buku atau di dinding-dinding, maka boleh dibunuh.*
_Bahkan terdapat hadits yang memerintahkan untuk membunuh Laba-laba akan tetapi haditsnya lemah._

📚 *Sumber : Liqà Al Bàb Al Maftùh 229 Pertanyaan ke : 4*


🕸  قصة عنكبوت الغار والحمامتين  🕸

سُئل الشيخ محمد بن صالح العثيمين –رحمه الله-

❍ هل عش العنكبوت والحمامتين وارد يوم اختفى الرسول صلى الله عليه وسلم في غار ثور؟

فأجاب رحمه الله:
✨ لا، يذكر المؤرخون: أنَّ النبي صلى الله عليه وسلم حين اختفىٰ في غارِ ثور عشَّشت عليه العنكبوت ووقعت الحمامة علىٰ غُصنِ شجرة؛ وهٰذا كذب لا صحة له، ولا فيه آية للرسول عليه الصلاة والسلام ينقل، أي إنسان تُعشِّش العنكبوت وتكون حوله حمامة إذا رآه من يراه يقول: ما في أحد؛ لكن الرسول عليه الصلاة والسلام أعمى الله أبصارهم عنه؛ ولهٰذا قال أبو بكر: (يا رسول الله! لو نظر أحدهم إلىٰ قدَمِهِ لأبْصَرَنا)؛ لأنَّه لا يوجد مانع، فالعنكبوت والحمامة لا صحة لذكرهما عند اختفاء النبي صلى الله عليه وسلم في غار ثور.

■ ولهٰذا يحترم كثير من الناس العنكبوت، يقول: لا تقتلها؛ لأنها عششت على النبي صلى الله عليه وسلم، فإذا كان الوزغ يُقتل؛ لأنَّه كان ينفخ في النار على إبراهيم فهٰذه تُكرَم؛ فنقول: لا، العنكبوت تُقتَل إذا آذت مثل غيرها، وهي تؤذي بعض الأحيان تعشش على الكتب وعلى الجدار فتُقتل؛ بل في حديث لٰكنه ضعيف الأمر بقتل العنكبوت.

المصدر: لقاء الباب المفتوح (اللقاء: 229 /السؤال: 4)

https://telegram.e/mukhtarat_salafia

📮 *SALAM*

 
Loading ...