Tampilkan postingan dengan label FIAS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label FIAS. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 April 2017

BERANI MENGHADAPI SEGALA TANTANGAN



🇸🇦 Fadlilatus Syaikh Sholih Al Fauzan hafizhahullahu Ta'ala berkata :

"و تؤمن بأن ما أصابك لم يكن ليخطئك و ما أخطأك لم يكن ليصيبك، و أن هذا بقضاء الله و قدره، قال تعالى : { مَآ أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ فِى الْأَرْضِ وَلَا فِىٓ أَنفُسِكُمْ إِلَّا فِى كِتٰبٍ مِّن قَبْلِ أَن نَّبْرَأَهَآ ۚ إِنَّ ذٰلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ } الحديد : ٢٢
هذا هو الإيمان بالقدر
"Dan hendaknya engkau beriman bahwa apa yang (telah ditetapkan) akan menimpamu maka tidak akan luput darimu.
Dan apa yang (telah ditetapkan) akan luput darimu maka tidak akan menimpamu.
Ini berdasarkan ketetapan Allah dan takdir-Nya.
Allah Ta'ala berfirman (yang artinya) :
"Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada diri kalian sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah."
[QS. Al-Hadid: Ayat 22]
Ini merupakan keimanan terhadap takdir."

📗 ( Syarh Al Ushul Ats Tsalatsah Li Shalih Fauzan, hal.216 )


🔖 Faedah :
Diantara buah keimanan terhadap takdir adalah :
🌈 Berani menghadapi segala tantangan
🌈 Tidak terlalu berbangga dari apa yang ia dapat
🌈 Tidak terlalu bersedih atas apa yang ia luput darinya
🌈 Tidak takut miskin
🌈 Tidak serakah terhadap dunia
☝️🏼 Ini semua karena ia beriman terhadap takdir yang baik maupun buruknya.
☝️🏼 Karena ia paham bahwa apa saja yang Allah takdirkan untuk menimpanya, maka pasti tidak akan luput darinya.
Sebaliknya, jika Allah telah menetapkan bahwa hal itu tidak akan menimpanya, ia akan yakin dan akan terus maju diatas Al Haq karena hal yang ia khawatirkan tidak akan menimpanya.


و الله أعلم بالصواب
بارك الله فيكم



✍🏼 Abu Ishaq At Thubany
       -Ghafarallahu lahu-

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

🕋 https://tlgrm.me/islamy

Selasa, 04 April 2017

[Audio] Kitabul Jami' - Ust Agus Suaidi - PERTEMUAN PERTAMA



بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ


🌴-------------
Audio Rekaman
KAJIAN RUTIN TUBAN
Tiap Ahad pekan ke-1
------------------------------------⛵️

📚 Kitabul Jami' min Bulughil Maram
(Ibnu hajar Al Asqalani)

⏩ Pertemuan Pertama

✔️ Pemateri
🎙» Al Ustadz Abu Ilyas Agus Su'aidi as-sidawiy حفظه الله تعالى

🗓 AHAD
5 Rajab 1438 H
2 Apr 2017 M

->> ver.32kbps <<-

💽 Sesi 1
https://drive.google.com/open?id=0B1LeijN-xF7yUUFPeWNIR0JNNE0

💽 Sesi TJ
https://drive.google.com/open?id=0B1LeijN-xF7yQUMtN3c0bmNFRVU


[audio]versi hemat ⏬

di channel :  http://telegram.me/AudioFIAS

____________
Majelis Ta'lim
Manhajul Anbiya' Tuban
🌴 _ FIAS __ ⛵️
🌎 http://goo.gl/XSXObn

Jumat, 10 Maret 2017

Ikuti Channel Audio FIAS






بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم

Alhamdulillah telah hadir channel telegram
t.me/AudioFIAS
berisi kumpulan
🔊 Audio Kajian Asatidz Salafy :
( Rutin maupun Insidentil )

🍋 Bersama :
🏅Al Ustadz Afifuddin As-Sidawi
🏅Al Ustadz Ayip Syafruddin
🏅Al Ustadz Agus Su'aidi
🏅Al Ustadz Rifa'i bin Buchori
🏅Al Ustadz Syafi'i Al Idrus
🏅Al Ustadz Abu Amr Zakiyun Nufus As Sidawy
🏅Al Ustadz Abu Sufyan Al Musy
🏅Al Ustadz Abu Ishaq At Thubany
🏅Al Ustadz Abu Hanifah At Thubany
🏅Al Ustadz Abu Umair As Samaronjiy
[Hafidzahumullâhu]

InsyaaAllah Segera menyusul Asatidz Salafy lainnya ....

📬Kritik dan Saran :

☎️ 085258589706 (WA/Telegram ) Tidak menerima SMS

Mengetahui,
Pembimbing dan Penasehat :

☑️ Ustadz Abu Ishaq At Thubany

🌐[ Admin Channel AudioFIAS ]
👆🏻t.me/AudioFIAS

Minggu, 12 Februari 2017

AUDIO - Muhadhoroh TUBAN : " MEWASPADAI HAWA NAFSU "




بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

🌴---------------------
Audio Rekaman
Kajian Rutin Tuban
Sabtu pekan ke-2
--------------------------------⛵


" MEWASPADAI HAWA NAFSU "

(#Bagian dari Langkah² Syaithon)


🎙Al Ustadz Muhammad Afifuddin As Sidawiy حفظه الله تعا لى

🗓 11 Jumadal 'Ula 1438H / 14 Peb 2017M


<<-Ver. 32kbps->>
____
💽Sesi1 (93:04)
https://goo.gl/bpfRJ3

💽SesiTJ (30:03)
https://goo.gl/oKwioh


------------------------------
Majelis Ta'lim
Manhajul Anbiya' Tuban
🌴 _ FIAS __ ⛵
🌎 http://goo.gl/XSXObn


📥📥📥

Kamis, 09 Februari 2017

Muhadhoroh Tuban : "MEWASPADAI HÂWÄ ŅÁFŞŮ"




_____ بسم الله الرحمن الرحيم ____

      ⛓ Ayyuhal Ikhwah Al Kirom ⛓

📝 *Hadirilah kajian rutin TUBAN bersama Al Ustadz Abu Abdillah Muhammad Afifuddin As Sidawy -hafizhahullah-*

🌾 *In sya Allah*

📜 Tema : "MEWASPADAI HÂWÄ ŅÁFŞŮ"

⏰ Waktu :
🍃 *Sesi 1: pkl.16.00-Maghrib*
🍂 *Sesi 2: Ba'da maghrib-Isya*

🏡 Tempat :
         RUMAH MAJELIS TAKLIM "MANHAJUL ANBIYA"
        JL. MASTRIP 9, KARANG INDAH-TUBAN

💯 UNTUK UMUM, IKHWAN DAN AKHOWAT


🚇 Baarokallahu fiikum

Minggu, 29 Januari 2017

[AUDIO] KAJIAN ISLAM ILMIYYAH TUBAN - Prinsip² Ahlus Sunnah dalam Bermuamalah bersama Tetangga & Kaum Muslimin




📢🔉 [AUDIO] KAJIAN ISLAM ILMIYYAH TUBAN

📌    *Prinsip² Ahlus Sunnah dalam Bermuamalah bersama Tetangga & Kaum Muslimin*


Bersama :
Al-Ustadz Ayip Syafruddin حفظه الله تعالى
( Redaktur Ahli Majalah Asy Syariah)

⌚ Sabtu, 29 Rabi'uts Tsani 1438H / 28 Jan 2017M.

 💽Sesi1 durasi 57:26 (9,86 MB)
https://drive.google.com/open?id=0B1LeijN-xF7yNkpJTmxjTjY3eFk

 💽Sesi2 durasi 56:54 (9,76 MB)
https://drive.google.com/open?id=0B1LeijN-xF7yaWstNzdXT0drQkU


●○●○●○●○●○●○●○●○●
Majelis Ta'lim
Manhajul Anbiya' Tuban
🌴 __ FIAS __ ⛵
🌎 http://goo.gl/XSXObn
Join :
🕋  t.me/islamy
📚 t.me/kisahparaNabi


Dengarkan kajian online dan Murottal 24 jam di  RII channel:
Radio Islam Tuban
Unduh aplikasinya di Android
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.radioislam

📥📥📥

Jumat, 27 Januari 2017

Muhadhoroh Tuban : " Prinsip Ahlus Sunnah Dalam Bermuamalah bersama Tetangga & Kaum Muslimin"




BISMILLAH
_______

📝 Dengan mengharap Ridho Allah Ta'ala.

📕 Hadirilah Kajian Ilmiah Ahlus sunnah Wal Jamaah.

Dengan Tema :

" Prinsip Ahlus Sunnah Dalam Bermuamalah bersama Tetangga & Kaum Muslimin"

🖋 Pemateri :
Al Ustadz Ayip Syafruddin Hafidzohulloh.

📆 Sabtu /28Januari 2017.

⏲ Sesi 1 :
Jam 10.00 - Dzuhur
⏲ Sesi 2 :
Jam 15.30 - Maghrib

🏠 Majelis Ta'lim Manhajul Anbiya'.
Jl. Mastrip no.9 Tuban

✅ Ajak keluarga, tetangga, teman kita, utk mendapatkan ilmu syar'i.

💐 Baarokallahu fiikum.

Jumat, 30 Desember 2016

MAKNA" لا إله إلا الله "




🔘 Asy Syaikh Shalih Al Fauzan -hafizhahullahu- berkata :

والتفسير الصحيح لهذه الكلمة عند السلف والمحققين:
أن يُقال: (لا معبود بحق إلا الله) كما سبق

[ www.ajurry.com ]

"Dan tafsir yang benar untuk kalimat ini menurut Salaf dan Para Peneliti dari kalangan Para Ulama,
Disebutkan bahwa maknanya adalah : لا معبود بحق إلا الله
(Tidak ada yang berhak diibadahi dengan benar melainkan Allah) sebagaimana yang telah lalu."

        🔇 Kalau dimaknakan dengan "Tidak ada Tuhan selain Allah"
Maka ini salah. Karena Allah sendiri menyebutkan bahwa sesuatu yang "dituhankan" itu banyak.
Sebagaimana firman-Nya :

{ اتَّخَذُوٓا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبٰنَهُمْ أَرْبَابًا مِّن دُونِ اللَّهِ وَالْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَمَآ أُمِرُوٓا إِلَّا لِيَعْبُدُوٓا إِلٰهًا وٰحِدًا ۖ لَّآ إِلٰهَ إِلَّا هُوَ ۚ سُبْحٰنَهُۥ عَمَّا يُشْرِكُونَ }

"Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam, padahal mereka hanya disuruh menyembah Satu Sesembahan saja, tidak ada Sesembahan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan."
[ QS. At-Taubah: Ayat 31 ]

        🔇 Dan jika ada yang berkata, "maksud kami adalah tidak ada Pencipta, Pengatur dan Pemberi rizki kecuali Allah !"
Maka ini juga kurang tepat !
Mengapa ?
Karena bukan ini yang Allah dan Rasul-Nya maksudkan dengan kalimat La ilaha illallah.
Adapun kalimat "Tidak ada pencipta, pengatur,....dst kecuali Allah", maka ini memang benar bahwa tidak ada yang berserikat dalam hal ini semua dengan Allah.
Inilah kandungan Tauhid Rububiyyah.
Sementara La ilaha illallah itu masuk pada kandungan Tauhid Uluhiyyah.
⚠️ Sekarang..., jika makna La ilaha illallah adalah "Tidak ada Pencipta, pengatur, dst kecuali Allah."
Atau dimaknai dengan "Tidak ada Tuhan melainkan Allah."
💢 Dengan ini, otomatis iblis la'natullah 'alaih, fir'aun atau selainnya dari kalangan musyrikin quraisy saat itu dianggap beriman karena meyakini ini semua ???
Sebagaimana firman Allah tentang pengakuan mereka,

{ قَالَ أَنَا۠ خَيْرٌ مِّنْهُ خَلَقْتَنِى مِن نَّارٍ وَخَلَقْتَهُۥ مِن طِينٍ }

"iblis berkata,"Saya lebih baik dari dia(Adam), Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah"."
[ QS. Al-A'raf : Ayat 12 ]

{ قَالَ رَبِّ فَأَنظِرْنِىٓ إِلٰى يَوْمِ يُبْعَثُونَ }

"Berkata iblis: "Ya Tuhanku, (kalau begitu) maka beri tangguhlah kepadaku sampai hari (manusia) dibangkitkan,"
[ QS. Al-Hijr : Ayat 36 ]

{ قُلْ مَن يَرْزُقُكُم مِّنَ السَّمَآءِ وَالْأَرْضِ أَمَّن يَمْلِكُ السَّمْعَ وَالْأَبْصٰرَ وَمَن يُخْرِجُ الْحَىَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَىِّ وَمَن يُدَبِّرُ الْأَمْرَ ۚ فَسَيَقُولُونَ اللَّهُ ۚ فَقُلْ أَفَلَا تَتَّقُونَ }

"Katakanlah(kepada musyrikin quraisy): "Siapakah yang memberi rezeki kepada kalian dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan?" Maka mereka akan menjawab: "Allah". Maka katakanlah "Mangapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya)?""
[ QS. Yunus: Ayat 31 ]

        🔇 Jika ada yang berkata, memang semua makhluk meyakini itu. Namun kan, karena mereka tidak mau beribadah kepada Allah !

💯 Maka kita jawab : "Nah inilah yang dimaksud ! Kalau begitu makna La ilaha illallah bukan makna Tauhid Rububiyyah tapi Uluhiyyah yakni disamping mereka meyakini Tauhid Rububiyyah, mereka juga harus merealisasikan kandungan Tauhid Uluhiyyah."
💯 Oleh karenanya mereka harus beribadah hanya kepada Allah, bukan kepada selain-Nya.
💯 Jadi kesimpulan makna LA ILAHA ILLALLAH adalah LA MA'BUDA BIHAQQIN ILLALLAH (Tidak ada Sesembahan yang berhak diibadahi dengan benar melainkan Allah).


والله أعلم بالصواب
بارك الله فيكم



✍🏽 Abu Ishaq At Thubany
       -Ghofarallahu lahu-

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

⚪️ JOIN TELEGRAM :
🌏 https://tlgrm.me/islamy
🌴 www.ahlussunnahtuban.blogspot.com

Selasa, 15 November 2016

PERINTAH ALLOH JALLA WA 'ALA KEPADA KAUM MUKMININ AGAR MEREKA BERTAKWA DAN BERPEGANG TEGUH DENGAN ISLAM


--------------------------------------------------------------

📘 Dalam Surat Ali 'Imron ayat 102, Alloh Tabaroka wa Ta'ala memerintahkan kepada kaum mukminin agar mereka bertakwa kepada Alloh dengan sebenar benarnya takwa dan hendaknya mereka berpegang teguh dengan Islam sampai akhir hayatnya.

📜 Berikut firman Alloh Ta'ala :

{ يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ }

"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam."
[QS. Ali 'Imran: Ayat 102]

🔹Disebutkan dalam tafsirnya :

يا أيها الذين صدَّقوا اللّه ورسوله، وعملوا بشرعه، خافوا اللّه حق خوفه: وذلك بأن يطاع فلا يُعصى، ويُشكَر فلا يكفر، ويُذكَر فلا ينسى، وداوموا على تمسككم بإسلامكم إلى آخر حياتكم؛ لتلقوا اللّه وأنتم عليه.

"Wahai orang-orang yang beriman, benarkanlah Alloh dan Rosul-Nya serta amalkanlah syari'at-Nya. Takutlah kepada-Nya dengan sebenar-benarnya; hal itu (dilakukan) dengan Dia(Alloh) senantiasa ditaati tidak dimaksiati, senantiasa disyukuri tidak dikufuri dan senantiasa diingat tidak dilupakan. Dan hendaknya kalian senantiasa berpegang teguh dengan ke-Islaman kalian SAMPAI AKHIR HAYAT KALIAN,  agar kalian bertemu Alloh dalam keadaan kalian diatas Islam."
[ At Tafsirul Muyassar ]

☝نسأل الله أن يتوفنا على الإسلام إلى آخر حياتنا
    اللهم استجب يا مجيب السائلين

Wallohu A'lam bis showab
Baarokallohu fiikum



✍ Abu Ishaq At Thubany
       - Ghofarollohu lah -


➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

📶 JOIN TELEGRAM :
🌏 https://tlgrm.me/islamy
📂 www.ahlussunnahtuban.blogspot.com

Rabu, 09 November 2016

MAKNA ISLAM



📜 Berkata Al Imam Muhammad An Najdiy At Tamimi رحمه الله :

الإسلام هو الاستسلام لله بالتوحيد و الانقياد له بالطاعة و البراءة من الشرك و أهله

Artinya :
"Islam adalah :
🔹Berserah diri kepada Alloh dengan mentauhidkan Nya
🔸dan tunduk kepada Nya dengan mentaati Nya
🔹serta berlepas diri dari kesyirikan dan pelakunya."

📚 [ Al Ushulut tsalatsah ]


✍ Abu Ishaq Nurhadi At thubany
     - Ghofarollohu lahu -


➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

📶 *JOIN TELEGRAM* :
🌏 https://tlgrm.me/islamy
📂 www.ahlussunnahtuban.blogspot.com

Rabu, 02 November 2016

Menggapai Keridhaan Allah




Kaum muslimin -rahimakumullahu jami’an- merupakan dambaan setiap mukmin sekaligus cita-cita mereka adalah mendapatkan keridhaan Allah عزوجل. Tidak ada seorangpun yang dia mengaku beriman kepada Allah namun dia tidak menginginkan hal yang satu ini. Dikarenakan keridhaan Allah atas hamba-hambaNya merupakan salah satu pilar kebahagian seorang mukmin di dunia dan di akhirat kelak.

🌏Dan merupakan sunnatullah (ketetapan Allah) atas hamba-hambaNya bahwa kita hidup di dunia ini tidak akan bisa terlepas dari takdir Allah عزوجل.

Di satu waktu kita dalam keadaan lapang dan bahagia, namun di waktu lain kita menghadapi Kesempitan dan kesedihan.

Oleh karena keadaan yang demikian ini, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam memberikan perumpamaan bagaimana kehidupan seorang mukmin, dalam hadits yang sohih Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

مَثَلُ الْمُؤْمِنِ كَمَثَلِ الْخَامَةِ مِنْ الزَّرْعِ تُفِيئُهَا الرِّيحُ تَصْرَعُهَا مَرَّةً وَتَعْدِلُهَا أُخْرَى حَتَّى يَأتِيَ اَجَلُهُ

“Perumpamaan orang mukmin ibarat sebatang pohon yang lentur diombang-ambingkan angin, kadang hembusan angin merobohkannya, dan kadang-kadang meluruskannya kembali. Demikianlah keadaannya sampai ajalnya datang.”

Demikianlah perumpamaan seorang mukmin ibarat sebatang pohon yang diombang ambingkan oleh angin, yang maknanya adalah bahwa kehidupannya akan terus mendapatkan ujian dan cobaan. Hal ini sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dalam hadits lain

إِنَّ اْلمُؤْ مِنَ خُلِقَ مُفَتَّنًا تَوَّابًا نَسَّاءً، إِذَا ذُكِرَ ذَكَرَ

“Sesunguhnya seorang mukmin tercipta dalam keadaan Mufattan (penuh cobaan), Tawwab (senang bertaubat), dan Nassaa’ (suka lupa), (tetapi) apabila diingatkan ia segera ingat”.

Akan ada cobaan dan ujian yang harus dia hadapi, baik ujian yang bentuknya harta, dihilangkannya jiwa atau bentuk kekuranga. Ini senada dengan firman Allah Ta’ala dalam surat Al Baqarah

155. وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الأمْوَالِ وَالأنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.”

Hingga datang ajal menjemput.

Dan sikap yang tepat dalam menghadapi segala keadaan adalah dengan ridho, bersabar serta mengharap kebaikan untuk dirinya kepada Allah dengan musibah yang menimpa serta mengharapkan pahala dari-Nya
Kaum muslimin -rahimakumullahu- dalam hadits ini pula menunjukkan kepada kita hendaknya seorang mukmin tidak merasa tenang atas kenikmatan dan kesenangan yang ia dapatkan di dunia ini, bahkan selayaknya dia merasa khawatir dan takut, jangan-jangan itu semua adalah bentuk istidroj dari Allah, Allah biarkan kita terlena dan tertipu terhadap kenikmatan dunia ini dan Allah biarkan kita terus berkecimpung dalam kemaksiatan kepada Allah.

Allah tidak akan membiarkan hamba-Nya mengaku dan mengatakan beriman lalu dia tidak diuji keimanannya, Allah عزوجل berfirman:

أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ

“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman” sedang mereka tidak diuji?”

Dan pula hendaknya seorang mukmin tidak merasa ujub, bangga diri dengan apa yang diberikan kepadanya dari kenikmatan dunia ini, apalagi sampai tertipu dan terlena dengan keindahan dunia yang semu.

Dalam hadits ini pula terdapat dalil bahwa ujian yang menimpa masing-masing kita tidaklah sama, satu dengan yang lainnya berbeda dan bertingkat. Ini semua berdasarkan seberapa kokoh dan kuat agama seseorang. Hal ini berdasarkan apa yang disabdakan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam ketika ada salah seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah

يا رسول الله، أي الناس أشد بلاء؟ قال:
<< أَشَدُّ النَّاسِ بَلاَءً اْلأَنِبْيَاءُ ثُمَّ اْلأَمْثَلُ فَاْلأَمْثَلُ يُبْتَلَى الرَّجُلُ عَلٰى حَسًبِ ( وَفِي رِوَايَةٍ قَدْرِ ) دِيْنُهُ فَإِنْ كَانَ دِيْنُهُ صَلَبًا اِشْتَدَّ بَلاَؤُهُ وَإِنْ كَانَ فِي دِيْنِهِ رِقَةٌ اُبْتُلِيُ
عَلٰى حَسَبِ دِيْنُهِ >>

Wahai Rasulullah, manusia mana yang paling berat cobaannya?
“Manusia yang paling berat cobaannya adalah para anbiya’ kemudian orang-orang serupa lalu orang-orang yang serupa. Seseorang itu diuji menurut ukuran (dalam suatu riwayat ‘kadar’) agamanya. Jika agama kuat, maka cobaannya pun berat. Dan jika agamanya lemah, maka ia diuji menurut agamanya.”

Ini menunjukkan semakin kuat kita memegang agama ini untuk mendapatkan keridhaan Allah, semakin besar pula ujian dan cobaan yang akan menghadang kita. Dan semakin lemah kita membela agama ini, semakin kecil pula ujian dan cobaan yang akan menimpa kita.
Tentunya muslim yang berakal akan memilih jenis yang pertama, dikarenakan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda

إِنَّ عَظْمَ الْجَزَاءِ مَعَ عَظْمِ الْبَلاَءِ وَإِنَّ اللهَ تَعَالَى إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلاَهُمْ فَمَنْ رَضِيَ فَلَهُ الرِّضٰى وَمَنْ سَخَطَ فَلَهُ السُّخْطُ

“Sesungguhnya besarnya pembalasan (pahala) itu bersama dengan besarnya cobaan. Dan sesungguhnya manakala Allah mencintai suatu kaum maka Dia akan menguji mereka. Barang siapa yang dia ridho maka untuknyalah keridhaan (Allah), barangsiapa yang murka, maka untuknya pula kemurkaan itu.”

Kaum muslimin -rahimakumullahu-
Jika kita menengok kembali bagaimana para rasul, Nabi dan para sahabat mempertahankan keimanan mereka, membela agama islam sangat jauh sekali jika dibandingkan dengan ujian dan cobaan yang kita hadapi.

أقول قولي هذا
فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم

khutbah kedua:
Dari apa yang sudah kita sampaikan tadi, jika kita mau memperhatikan, meresapi agar kita bisa mendapatkan pemahaman dengan sebenar-benarnya maka:

Segala sesuatu yang kita saling berlomba dan saling menjatuhkan satu sama yang lain untuk mendapatkan kenikmatan serta jabatan di dunia ini, maka itu semua sama sekali tidak ada bandingannya dengan keridhaan disisi Allah عزوجل. Apa gunanya kita mendapatkan semua itu jika kita tidak bisa menggapai keridhaannya?

dan segala sesuatu yang kita berusaha lari dan menghindar dari hal-hal yang dibenci serta musibah di dunia ini, itu semuanya tidak ada bandingannya jika dihadapkan dengan murka dan adzab Allah yang kekal di Neraka-Nya. Lebih baik kita menerima dengan ridho dan sabar atas ujian di dunia ini dibandingkan dengan kita lari dan menghindar namun kita tidak bisa menghindar dari murka Allah di akhirat kelak.

Sebagai penutup khutbah kali ini, kita akan sebutkan sebuah hadits dari sahabat Anas bin Malik, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

يُؤْتَى بِأَنْعَمِ أَهْلِ الدُّنْيَا مِنْ أَهْلِ النَّارِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَيُصْبَغُ فِى النَّارِ صَبْغَةً ثُمَّ يُقَالُ يَا ابْنَ آدَمَ هَلْ رَأَيْتَ خَيْرًا قَطُّ هَلْ مَرَّ بِكَ نَعِيمٌ قَطُّ فَيَقُولُ لاَ وَاللَّهِ يَا رَبِّ. وَيُؤْتَى بِأَشَدِّ النَّاسِ بُؤْسًا فِى الدُّنْيَا مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَيُصْبَغُ صَبْغَةً فِى الْجَنَّةِ فَيُقَالُ لَهُ يَا ابْنَ آدَمَ هَلْ رَأَيْتَ بُؤْسًا قَطُّ هَلْ مَرَّ بِكَ شِدَّةٌ قَطُّ فَيَقُولُ لاَ وَاللَّهِ يَا رَبِّ مَا مَرَّ بِى بُؤُسٌ قَطُّ وَلاَ رَأَيْتُ شِدَّةً قَطُّ

Dari Anas bin Malik Radhiyallahu anhu, dia berkata: Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Pada hari kiamat akan didatangkan seseorang yang paling banyak mendapatkan kenikmatan dunia yang termasuk penghuni neraka, lalu dia dicelupkan sekali ke neraka, lalu setelah itu dia ditanya,” Wahai anak Adam, apakah kau pernah melihat kebaikan meskipun sedikit? Apa kau pernah merasakan kenikmatan meskipun sedikit?” Dia menjawab: “Tidak, demi Allâh, wahai Rabb,

Kemudian akan didatangkan orang paling sengsara di dunia yang termasuk penghuni surga, kemudian dia ditempatkan dalam surga sebentar, setelah itu dia ditanya, ‘Hai anak Adam, apa kau pernah melihat kesengsaraan meski sedikit? Apa kau pernah merasa kesusahan meski sedikit?” Dia menjawab, “Tidak, demi Allâh, wahai Rabb, aku tidak pernah merasa sengsara sedikit pun dan aku tidak pernah melihat satu kesusahan pun.” [HR. Muslim]



✏Abu Zain Abdullah Iding
🗓Purwoasri, 27 Muharram 1438 H/ 28 Oktober 2016

┄┄┉┉✽̶»̶̥🌼»̶̥✽̶┉┉┄┄
Bergabunglah bersama kami di chanel telegram pa
da link berikut ini
📮 http://bit.ly/penuhduniailmu
💻Untuk faedah lain kunjungi www.jendelasunnah.com
————————————–
🖼 Jendela Sunnah 🖼
————————————–⁠⁠⁠⁠

Sabtu, 18 Juni 2016

Mengenal Ilmu Hadits (1)




○●○●○●○

             🖋 Al Imam Sufyan At Tsauri Rohimahulloh berkata :

(الإسناد سلاح المؤمن فإذا لم يكن معه سلاح لم يقدر أن يقاتل)

📝 Sanad* adalah
⚔ Senjata seorang Mukmin,
Maka... jika tidak ada senjata yang bersamanya,
🏳 Ia tidak lah mampu untuk berperang."
---------------------------
* Sanad adalah Jalan yang menghubungkan kepada Matan hadits


📗 : Mengenal Ilmu Hadits
        Muqoddimah Manzhumatul Baiquniyyah

🗓 Kajian Sore ini in syaaAlloh
       Setiap sabtu bulan Romadlon
       Pkl. 16.00 - menjelang berbuka bersama
🏡 Rumah Ta'lim Manhajul Anbiya'
      Jl.Mastrip 9, karang indah - Tuban

      Baarokallohu fiikum

🌴 Admin FIAS ⛵

Kamis, 16 Juni 2016

BENARKAH 10 HARI PERTAMA RAMADHAN ADALAH RAHMAT??



⛔📋 SMS YANG TIDAK BENAR

"HARI RABU (kemarin tanggal 10 Ramadhan, pen)
👉🏻 Telah  berakhir sepuluh hari *"Rahmat"*
👉🏻 Akan  datang sepuluh hari  *"Ampunan"*

🍊 Aku meminta kepada Allah di hari yang mulia ini agar kita menjadi termasuk orang-orang yang dikenai rahmat, kemudian diampuni, dan semoga Dia menyampaikan kita pada sepuluh terakhir, yaitu pembebasan dari neraka."

Demikiam SMS tersebut.

📝 Penjelasan Letak Kesalahan SMS Tersebut

1⃣ SMS itu tegak di atas hadits tentang pembagian Ramadhan, bahwa:
👉  awalnya adalah rahmat,
👉  pertengahannya adalah ampunan, dan
👉  akhirnya adalah pembebasan dari api neraka

✖Ini adalah hadist yang TIDAK SHAHIH. Dinyatakan dha'if (lemah) oleh Al-'Uqaily, ibnu 'Ady,  dan Adz-Dzahaby. al-Albani berkata tentang hadist tersebut, "sangat lemah" dan "munkar".

2⃣ Bahwasannya bulan Ramadhan seluruhnya adalah RAHMAT, AMPUNAN, dan PEMBEBASAN DARI API NERAKA. Sebagaimana hadist yang shahih tentang bulan Ramadhan, (artinya)
"Allah memiliki orang-orang yang dibebaskan dari neraka, dan itu terjadi di setiap malam."

"Barang siapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala, dia diampuni dosa-dosanya yang telah lalu."

▶ Begitu pula Lailatul Qadar adalah malam ampunan dan rahmat, dan itu terjadi pada sepuluh hari terakhir.


📚 Ditulis oleh Khalid bin Dhahwi azh-Zhafiri

رسالة غير صحيحة

اليوم الاربعاء

تنتهي عشر"الرحمة"*
وتبدأ عشر  "المغفره"

أسأل الله في هذا اليوم الفضيل أن نكون ممن شملتهم الرحمة ثم المغفرة وأن يبلغنا العتق من النار 🌴🌴🌴
================
ولبيان ذلك
١- الرسالة الواردة قائمة على الحديث الوارد في تقسيم رمضان أن أوله رحمة وأوسطه مغفرة وآخره عتق من النار، وهو حديث لا يصح ضعفه العقيلي وابن عدي والذهبي وقال عنه الألباني: (ضعيف جدا) و (منكر)
2- أن شهر رمضان كله رحمة ومغفرة وعتق من النار كما في الحديث الصحيح في رمضان: (ولله عتقاء من النار وذلك في كل ليلة) (ومن صام رمضان إيمانا واحتسابا غفر له من تقدم من ذنبه) وكذا ليلة القدر ليلة مغفرة ورحمة وهي في العشر الأواخر.

كتبه
خالد بن ضحوي الظفيري

•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net

~~~~~~~

Rabu, 15 Juni 2016

Siapakah Al-Imam Muhammad Nashiruddin al-Albani?



❓Imam Rabi' bin Hadi al-Madkhali ditanya, "Apakah Syaikh al-Albani adalah pemimpin ahlil hadits di zaman ini?"

✅ Jawab al-Allamah al-Muhadits Rabi' bin Hadi Umar al-Madkhali -semoga Allah angkat kemulian beliau di dunia dan akhirat-, "Demi Allah itulah yang diakui oleh Syaikh Ibn Baz dan Ibn Utsaymin serta ulama lain yang sezaman dengan beliau, ketika mereka ditanya tentang pertanyaan yang sama maka jawaban mereka bahawa dalam hadits beliau tidak ada yang menyaingi (dalam khidmatnya), tidak tersaingi sama sekali bahkan dari abad-abad sebelumnya tidak ada yang mencapai pada apa yang dicapai oleh Syaikh al-Albani, bahkan aku sendiri berpendapat bahawa dalam ittila' (membahas dan mempelajari hadits), beliau tidak tersaingi bahkan oleh Ibnu Taymiyah mahu pun Ibnu Hajar dalam ittila'. Mungkin dalam hafalan mereka banyak yang hafal lebih dari beliau, akan tetapi dalam ittila', membahas dan serius serta bersungguh-sungguh dalam membahas hadits maka beliau tidak ada tandingannya.

☝🏼Beliau telah persembahkan untuk perpustakaan Islam karya-karya beliau yang itu tidak mampu dipersembahkan oleh negara atau yayasan dan organisai besar, dan siapa pun yang menulis hadits sekarang pastilah kembali kepada beliau. Sayang, orang-orang Arab telah menzalimi beliau dan tidak mengenali keutamaannya.

☝🏼Beliau adalah seseorang yang Allah datangkan dari tengah benua Eropa lalu Allah letakkan di perpustakaan Dzohiriyyah yang merupakan perpustakaan terbaik di belahan timur. Beliau duduk di dalamnya selama enam puluh tahun untuk mempersembahkan semua karya besar ini.

❗Namun apa yang beliau jumpai dari kita? Sungguh sayang, memang tidaklah mengetahui keutamaan bagi pemiliknya kecuali orang yang juga memiliki keutamaan. Oleh sebab itu ulama mengetahui dan mengakui keutamaan beliau, seperti Ibn Baz, Ibn Utsaymin dan selain mereka berdua dari para ulama Islam di India, di Pakistan, dan Arab Barat (Moroko, Libya dan Jazair). Semuanya mengakui keutamaannya serta apa yang telah beliau persembahkan untuk umat baik dalam akidah, manhaj mahu pun khidmah kepada Sunnah Nabi.

🌹Semoga Allah rahmati beliau dan Allah balas dengan balasan terbaik sebagaimana Allah balas   orang yang beramal. Begitu pula semoga Allah balas setiap orang yang berkhidmat kepada Sunnah Nabi dan agamaNya, naam." (Majlis 26/01/1426)

✅ Syaikh Muhammad bin Hadi al-Madkhali berkata, "Syaikh al-Albani telah melebihi al-Hafidz Ibnu Hajar dalam khidmat untuk Sunnah, baik pensahihan atau pendhaifan (hadits)."

رحمه الله رحمة واسعة وأسكنه فسيح جناته

📂 (Faedah ilmiah dari al-Ustadz Usamah Mahri di WhatsApp طريق السلف)

📚 WhatsApp طريق السلف 📚
🌐 www.thoriqussalaf.com
🌐 telegram: http://bit.ly/thoriqussalaf

Agama Sebaik-baik Barang Pencaharian



📚   شَهْرُ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ :

📝   الدين خير بضاعة :

✍🏻   قال الأصمعي ، قال الحسن :

( كان أهل الجاهلية ، إذا خطب الرجل
المرأة تقول : ما حسبه؟ وما حسبها ؟
فلما  جاء  الإسلام ،  قالوا : ما  دينه ؟
وما دينها ؟ ، وأنتم اليوم  تقولون : ما
ماله؟ ، وما مالها ؟! ) ...
••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
بهجة المجالس 1/181

✏📔 Al Ustadz Abu 'Umair As Samaronjy -Hafizhohulloh-

🔻🔻🔻🔻🔻🔻🔻🔻🔻🔻🔻🔻🔻

   📚 Bulan Petunjuk dan Pembeda 📚

    📝 Agama Sebaik-baik Barang Pencaharian

✍🏽 Al Imam Al 'Ashma'i Rohimahulloh berkata :  Al Imam Al Hasan Rohimahulloh berkata :
"Dahulu Orang-orang Jahiliyyah jika ada Laki-laki yang meminang Wanita, maka Wanita tersebut mengatakan : Apa kedudukannya ? Dan (laki-laki tersebut juga bertanya) apa kedudukannya ?

Maka tatkala Islam datang, Mereka betanya : Apa Agamanya ? Apa Agamanya ?

Dan sekarang Kalian malah mengatakan : Apa hartanya(yang ia miliki) ? Apa hartanya(yang ia miliki) ?."

--------------------------
Allohul Musta'ān...........!


📎 Abu Ishāq At Thubāny

🌴______ FIAS, Thuban__

Berada di antara DUA RASA TAKUT



 قَـالَ الحَـسَنُ البَـصْرِي -رَحـِمَهُ الله- :

◉ إن المؤمن يصبح حزينا ويمسي حزينا، ولايسعه غير ذلك،
● لأنـه بيـن مخـافتـين :
(❶) بين ذنب قد مضى لايدري ما الله يصنع فيه،
(❷) وبين أجل قد بقي لايدري مايصيبه فيه من المهالك.

📚 [ "الحـلية"(١٣٢/٢) ] .


🖊 Al Ustadz Abu 'Umair As Samaronjiy

💫 WA Thullab Al Bayyinah 💫

══════ ❁✿❁ ══════

✍🏽 Berkata Al Imam Al Hasan Al Bashriy Rohimahulloh :
"Sesungguhnya Seorang Mukmin, di pagi hari Ia bersedih dan di sore hari juga bersedih. Serta tidak ada selain itu yang mencukupkannya.
● Karena Ia berada diantara DUA RASA TAKUT :
(1) Diantara dosa yang telah lalu yang Ia tidak tahu, apa yang akan Alloh perbuat terhadapnya,
(2) Dan diantara kematian yang menunggu yang Ia tidak tahu apa yang bakal menimpanya dari perkara-perkara yang bisa membinasakan."

📚 [ Al Hilyah : 2/132 ]

🔖 Abu Ishaq At Thubāny
       -Ghofarollohu lah-


○●○●○●○●○●○●○●○●○●○●○●○●○●○●○●○
🌴 FIAS, Thuban _______⛵

Selasa, 14 Juni 2016

Buka puasa terbesar di dunia di negeri Tauhid



PELAJARAN BERHARGA DARI NEGERI TAUHID

🍒Buka puasa terbesar di dunia

🕌Masjid Nabawi di Medinah memperlihatkan buka puasa terbesar di dunia

🍋Lebih dari 12 000 meter taplak meja tergelar tiap hari untuk buka puasa di wilayah masjid

🕰Melayani lebih kurang 300.000 Muslim tiap harinya, biaya tiap harinya itu sekitar 1 juta riyal, sekitar Rp 3 milyar.

🍶Sajian termasuk 130.000 liter air zamzam, 50.000 liter kopi Arab, 50.000 liter yoghurt dan susu, 50.000 liter jus buah, 300.000 roti gulung, dan 40 ton kurma tiap hari.

⏲Berbuka puasa tidak lebih lama dari 15 menit. Santapan tsb disponsori oleh berbagai orang kaya.

🌴Jumlah kurma yg disantap oleh muslimin di Masjid ini setiap harinya diperkirakan lebih dari 5 juta butir.

⏳15 menit setelah buka puasa, di seluruh masjid tsb tidak ada tanda-tanda bekas makanan atau minuman apapun.

Maa syaa Allah...!

🍒WA Salafy Sangatta
Oleh : Al Ustadz Abu Abdillah Syukri

KAJIAN FIQIH ROMADLON : Jinayat (4)




📜 KAJIAN FIQIH 4⃣
_________


☝🏼Beberapa Pihak yang HALAL darahnya untuk di bunuh :

💄 Pezina yang statusnya sudah menikah
💉 Pembunuh jiwa dengan tanpa alasan yang benar
⛪ Murtad
💣 Pemberontak
🛍 Pelaku Homoseks
🗄 Seseorang yang menikahi Hewan
🔮 Tukang sihir
🔐 Pencuri untuk yang ke-5 kalinya, setiap pencurian telah dikenai hukum had        
🍻 Pecandu Miras yang ke-4 kalinya
🎉 Seseorang yang meninggalkan Sholat dan tidak mau bertobat
🎈 Seseorang yang menikahi Mahromnya sendiri
🗞 Seseorang yang DIBAI'AT selain Penguasa Muslim yang Sah


☝🏼Perlu diingat selalu, bahwasanya Hukuman had itu wewenang nya Pemerintah atau pihak yang ditunjuk Pemerintah untuk mewakilinya.

⛔ Bukan wewenang :
○ Pimpinan Ormas/Partai
● Pimpinan PonPes
○ Kepala Sekolah
● Kepala Suku
○ Kepala Keluarga
● Dan lain-lain

⬆ Kecuali mereka semua ditunjuk oleh Pihak Pemerintah/Hakim untuk mewakilinya

⛱ Wallohu A'lam
       Baarokallohu fiikum


🏡 Kajian Al Fiqhul Muyassar
       Senin - Jum'at
       (16.00-17.15 wib)
        In syaaAlloh


▪▫▪▫▪▫▪▫▪▫▪▫▪
🌴 FIAS-Thuban _______⛵
  (Fawāid Ilmiyyah Ahlus Sunnah, Thuban)
▫▪▫▪▫▪▫▪▫▪▫▪▫

KAJIAN FIQIH ROMADLON : Jinayat (3)





📜 KAJIAN FIQIH 3⃣
________



🌡MACAM-MACAM PEMBUNUHAN
-----------------------------------------
1⃣ Pembunuhan dengan sengaja
       (QS.An Nisa' : 93)

2⃣ Pembunuhan semi sengaja
       (HR.Ahmad dan Abu Dawud : 4565)

3⃣ Pembunuhan karena keliru/salah
       (QS.An Nisa' : 92)

🔸🔹🔸🔹🔸🔹🔸🔹🔸🔹🔸🔹🔸

1⃣ PEMBUNUHAN DENGAN SENGAJA
------------------------------------------
                Sebuah pembunuhan teranggap sebagai pembunuhan dengan sengaja manakala telah terpenuhi TIGA SYARAT, jika hilang salah satunya maka TIDAK TERANGGAP sebagai Pembunuhan dengan Sengaja.
Tiga Syarat tersebut sebagai berikut :
1》Adanya niatan untuk membunuh
2》Pihak yang terbunuh tidak halal darahnya
3》Alat yang digunakan berdasarkan keumuman Manusia bisa digunakan untuk membunuh


🌿 Nas-alullohas Salaamah wal 'Aafiyah fid Dunya wal Aakhiroh
Wallohu A'lam bis Showab

Baarokallohu fiikum


📚 : Al Fiqhul Muyassar, hal.342-342

🖊 Abu Ishāq At Thubāny



○●○●○●○●○●○●○●○●○●○●○●○●○●○●○●○
🌴 FI - Ahlus Sunnah, Thuban ___⛵
●○●○●○●○●○●○●○●○●○●○●●○●○●○●○●○

Senin, 13 Juni 2016

KAJIAN FIQIH ROMADLON : Jinayat (2)





📜 KAJIAN FIQIH 2⃣
-------------------------

⚖ Hukuman bagi Pembunuh Sengaja dengan Tanpa Hak jika Dia MENINGGAL namun BELUM BERTOBAT :
------------------------------------------
👉🏼 Disebut Fasiq
👉🏼 Seakan - akan membunuh seluruh manusia (QS.Al Maidah : 32)
👉🏼 Tidak mendapat keleluasaan dalam Islam
👉🏼 Kekal di Neraka, jika menghalalkannya
       dan jika dia dalam keadaan Murtad
👉🏼 Mendapatkan Kemurkaan Alloh
👉🏼 Mendapatkan Laknat dari Alloh
👉🏼 Disiapkan untuknya Adzab yang PEDIH (QS.An Nisa' : 93)


☝🏼 Na'uudzubillah min dzaalik
       Wallohu A'lam
       Baarokallohu fiikum


•••••••••••••••••••••••••••••••••••••
🌴 FIAS, Thuban ____⛵
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••

 
Loading ...