Tampilkan postingan dengan label KAJIAN AHAD MINGGU 2. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KAJIAN AHAD MINGGU 2. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 November 2015

KAJIAN AHAD Minggu ke-2 : Pasal II - (4) Fanatik

KESALAHAN2 YANG WAJIB BER-HATI2 DARINYA ❗

4. FANATIK TERHADAP MADZHAB ATAU TOKOH TERTENTU

🔖 Fawaid yang bisa Kita Petik dari nya :

1》Fanatik terhadap Madzhab tertentu atau Tokoh tertentu merupakan CIRI KHAS HIZBIYYAH(Kelompok yang menyimpang dari Ajaran Islam)

2》Adapun Para Salafus Sholih(Pendahulu Yang Sholih) Mereka hanya MENGIKUTI ALQUR'AN dan ASSUNNAH berdasarkan yang DIINGINKAN olrh Allah dan Rosulullah Shollallahu 'alaihi wa Sallam

3》Islam tidak mengajarkan Fanatik kepada Madzhab atau Tokoh tertentu

4》Sebagian Orang yang Fanatik, Ia menyatakan :

من ليس معي فهو علي

" Barang siapa yang tidak bersamaku, maka dia MUSUHKU "

Maka Hal ini termasuk Fanatik Buta yang harus DIHINDARI SEJAUH-JAUHNYA.

✅ Wallahu A'lam

___________________________________

📚 Kitabul Ilmi
       As Syaikh Muhammad ibnul 'Utsaimin
       Rohimahullah

✒ Abu Ishaq Atthübäny

🌴 FIAS- THUBAN ⛵

KAJIAN AHAD Minggu ke-2 : Pasal II - (3) SOMBONG

KESALAHAN2 YANG WAJIB BER-HATI2 DARINYA❗

3. SOMBONG

📌 Fawaid yang bisa Kita Petik Darinya :

1》Sombong adalah Menolak Kebenaran dan Meremehkan Manusia(HR. Imam Muslim)

2》Sombong/Kibr bisa Nampak dengan Lisannya dan bisa pula dengan Perbuatannya(termasuk padanya Hati)

3》Ilmu tidak akan Tertanam Pada SeseOrang Yang Memiliki Kesombongan dan Merasa Dirinya Sudah Tinggi Kedudukannya

4 》Dengan Sebab Kesombongan, Ilmu akan Terampas dari Pemiliknya

⭕☝🏻Oleh Karena Itu Perbanyaklah Doa kepada Allah agar Kita Semua Terjauhkan dari Sifat Kibr, demikian Pula untuk Ulil Amri Kita.

☔ Allahumma Aghitsnaa.....
      Allahumma Aghitsnaa.....

📚 Kitabul Ilmi
      As Syaikh Muhammad ibnul Utsaimin
      -Rohimahullah_

___________________________________

🔖 Akhukum Fillah Abu Ishäq Atthubàny

FIAS THUBAN
     Fawaid Ilmiyyah Ahlus Sunnah, Thuban

Senin, 02 November 2015

KAJIAN AHAD Minggu ke-2 : Pasal II - (2) BERFATWA TANPA ILMU



KESALAHAN2 YANG WAJIB BER-HATI2 DARINYA❗

2.   BERFATWA TANPA ILMU

Fawaid yang bisa Kita Petik darinya :

1.  Fatwa memiliki Kedudukan Yang Agung

2.  Dengan Fatwa Seseorang akan mendapatkan Penjelasan tentang Sesuatu yang menjadi Permasalahan dalam Urusan Agama dan Dunia Mereka, biidznillah

3.  Oleh karena itu, kedudukan yang Agung ini, tidak bisa nampak kecuali muncul dari Ahlinya(Seorang Mufti)

4.  Wajib bagi Seseorang untuk BerTaqwa kepada Allah, Ia tidak berbicara melainkan berdasarkan ILMU

5.  Diantara bentuk Berfatwa Tanpa Ilmu adalah Menghalalkan Apa2 yang Allah Haromkan dan Mengharomkan Apa2 yang Allah Halalkan.
Sebagaimana dalam Surat Yunus : 59-60,
Dan Surat AnNahl : 116-117

6.  Berfatwa Tanpa Ilmu termasuk KEJAHATAN TERBESAR.
Sebagaimana disebutkan dalam surat Al A'rof : 33

7.  Orang yang berfatwa TANPA ILMU, maka Ia juga Menanggung Dosa Orang Lain Yang Mengamalkan Kesalahan tersebut Akibat dari FATWA tersebut, sampai Ia Bertaubat kepada Allah dan Menjelaskan Kesalahan2 nya

8.  Kalau lah Seseorang yang Berfatwa Tanpa Ilmu tersebut Benar Jawabannya, maka Ia Tetap Terkena Dosa KARENA IA TELAH BERFATWA TIDAK BERDASARKAN ILMU(Dalil2 AlQur'an dan Hadits dengan Pemahaman Salafus Sholih)

9.  Siapa pun Kita, jika tidak bisa menjawab pertanyaan BERDASARKAN ILMU/DALIL, hendaknya Ia mengatakan : "Wallahu A'lam atau Lã Adri(Saya tidak Tahu)".
Sebagaimana Sahabat Yang Mulia Abdullah Ibnu Mas'ud Rodhiyallahu 'anhu berkata :

أيها الناس من سئل عن علم يعلمه فليقل به، ومن لم يكن عنده علم فليقل الله أعلم ، فإن من العلم أن يقول لما لا يعلم : الله أعلم

Artinya : "Duhai sekalian Manusia, Barang Siapa DITANYA tentang sesuatu Yang Ia Ketahui Maka Berkatalah Dengannya, dan Barang Siapa Yang Tidak Memiliki Ilmu maka katakanlah ALLAHU A'LAM. Karena Sesungguhnya termasuk Ilmu adalah Ia Berkata pada Perkara Yang Tidak Ia Ketahui : Allahu A'lam".
Demikian pula Para Malaikat Yang Mulia, Mereka Mengembalikan ILMU hanya Kepada Allah Al 'Alim, saat Mereka Tidak Mengetahui.
Sebagaimana Ucapan Mereka yang Allah ceritakan dalam AlQur'an Surat AlBaqoroh ayat ke 32 :

{ لا علم لنا إلا ما علمتنا }

Artinya : "Kami tidak memiliki Ilmu kecuali Apa yang Engkau Ajarkan Kepada Kami".

🏻Maka dengan Ini hendaknya Kita tidak Berfatwa Melainkan Atas Dasar Ilmu, Dalil2 AlQur'an dan As Sunnah dengan Pemahaman Salafus Sholih

Wallahu A'lam
Wa Billahit Taufiq wal Hidāyah
Bārokallahu Fiikum
-----------------------------------

✏ Abu Ishaq AtThübāny

 Kitabul Ilmi,
      Karya As Syaikh Ibnu Utsaimin
      Rohimahullah

 Kajian setiap Ahad Sore Pekan Ke-2

 FIAS Thuban
 Fawaid Ilmiyyah Ahlus Sunnah Thuban

Senin, 12 Oktober 2015

KAJIAN AHAD Minggu ke-2 : PASAL II - SU'UD DHON

Kitabul Ilmi
As Syaikh Muhammad Al 'Utsaimin Rohimahullah

Kita telah sampai pada PASAL YANG KEDUA terkait dengan KESALAHAN2 YANG
WAJIB BERHATI-HATI DARINYA.


Pembahasan kemarin sore, kita masuk pada Kesalahan yang ke Enam yang
WAJIB MENGHINDAR DARINYA, yaitu :
" Berprasangka Buruk (Su'ud Dhon) "

Berikut Kesimpulan dari Faedah2 yang bisa kita petik :

1.  Su'ud dhon merupakan kebiasaan Orang2 Munafiq di zaman Nabi Shollallahu
'alaihi wa Sallam.
Sebagaimana Allah ceritakan dalam Surat AtTaubah ayat 79.

2.   Wajib bagi kita untuk Husnud Dhon (berprasangka baik) kepada Orang Yang
Dhohirnya/secara nampak Dia Adil, Jujur, baik Akhlaknya.

3.   Sebaliknya, Kita BOLEH Su'ud Dhon kepada Orang Yang Dhohirnya/Secara
Nampak dia Bukan Orang Yang Baik (tidak adil, tidak jujur, jelek Akhlaknya).
AKAN TETAPI : " Wajib Dipastikan Terlebih Dahulu Sampai Tuduhan tersebut
TERBUKTI ".

4.   Larangan Su'ud Dhon yang dibangun diatas TUDUHAN DUSTA YANG TIDAK SESUAI
KENYATAAN.

5.   Berprasangka itu ada yang HALAL dan ada yang HAROM.
Yang Halal meliputi :
1》Husnud dhon pada Muslim yang baik
2》Su'ud dhon disertai bukti

Yang Harom meliputi :
1》Su'ud dhon tanpa bukti pada siapa pun Dia

6.   Terkhusus bagi Penuntut Ilmu agar Dia menempatkan dirinya sesuai
tempatnya karena Allah telah memuliakan Dia dan menjadikan Dia sebagai
Teladan dan Panutan yang baik, diantara buktinya adalah bahwa Allah
memuliakan Para Ulama dengan memerintahkan Manusia agar mengembalikan
Urusan2 mereka kepada Para Ulama.
Sebagaimana Firman Allah pada Surat Al Anbiya' ayat ke 7.

7.   Penuntut Ilmu Agama, mereka adalah Orang yang DIMULIAKAN.
Maka jangan sampai Dia menjatuhkan dirinya ke Medan Kehinaan Lagi Sia-sia.
Bahkan hendaknya Dia berposisi sebagaimana mestinya.

Wallahu A'lam

______________________________________

✏ Abu Ishaq At Thubany

FIAS Thuban

 
Loading ...