Minggu, 12 Februari 2017

AUDIO - Muhadhoroh TUBAN : " MEWASPADAI HAWA NAFSU "




بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

🌴---------------------
Audio Rekaman
Kajian Rutin Tuban
Sabtu pekan ke-2
--------------------------------⛵


" MEWASPADAI HAWA NAFSU "

(#Bagian dari Langkah² Syaithon)


🎙Al Ustadz Muhammad Afifuddin As Sidawiy حفظه الله تعا لى

🗓 11 Jumadal 'Ula 1438H / 14 Peb 2017M


<<-Ver. 32kbps->>
____
💽Sesi1 (93:04)
https://goo.gl/bpfRJ3

💽SesiTJ (30:03)
https://goo.gl/oKwioh


------------------------------
Majelis Ta'lim
Manhajul Anbiya' Tuban
🌴 _ FIAS __ ⛵
🌎 http://goo.gl/XSXObn


📥📥📥

Kamis, 09 Februari 2017

Muhadhoroh Tuban : "MEWASPADAI HÂWÄ ŅÁFŞŮ"




_____ بسم الله الرحمن الرحيم ____

      ⛓ Ayyuhal Ikhwah Al Kirom ⛓

📝 *Hadirilah kajian rutin TUBAN bersama Al Ustadz Abu Abdillah Muhammad Afifuddin As Sidawy -hafizhahullah-*

🌾 *In sya Allah*

📜 Tema : "MEWASPADAI HÂWÄ ŅÁFŞŮ"

⏰ Waktu :
🍃 *Sesi 1: pkl.16.00-Maghrib*
🍂 *Sesi 2: Ba'da maghrib-Isya*

🏡 Tempat :
         RUMAH MAJELIS TAKLIM "MANHAJUL ANBIYA"
        JL. MASTRIP 9, KARANG INDAH-TUBAN

💯 UNTUK UMUM, IKHWAN DAN AKHOWAT


🚇 Baarokallahu fiikum

Minggu, 29 Januari 2017

[AUDIO] KAJIAN ISLAM ILMIYYAH TUBAN - Prinsip² Ahlus Sunnah dalam Bermuamalah bersama Tetangga & Kaum Muslimin




📢🔉 [AUDIO] KAJIAN ISLAM ILMIYYAH TUBAN

📌    *Prinsip² Ahlus Sunnah dalam Bermuamalah bersama Tetangga & Kaum Muslimin*


Bersama :
Al-Ustadz Ayip Syafruddin حفظه الله تعالى
( Redaktur Ahli Majalah Asy Syariah)

⌚ Sabtu, 29 Rabi'uts Tsani 1438H / 28 Jan 2017M.

 💽Sesi1 durasi 57:26 (9,86 MB)
https://drive.google.com/open?id=0B1LeijN-xF7yNkpJTmxjTjY3eFk

 💽Sesi2 durasi 56:54 (9,76 MB)
https://drive.google.com/open?id=0B1LeijN-xF7yaWstNzdXT0drQkU


●○●○●○●○●○●○●○●○●
Majelis Ta'lim
Manhajul Anbiya' Tuban
🌴 __ FIAS __ ⛵
🌎 http://goo.gl/XSXObn
Join :
🕋  t.me/islamy
📚 t.me/kisahparaNabi


Dengarkan kajian online dan Murottal 24 jam di  RII channel:
Radio Islam Tuban
Unduh aplikasinya di Android
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.radioislam

📥📥📥

Jumat, 27 Januari 2017

Muhadhoroh Tuban : " Prinsip Ahlus Sunnah Dalam Bermuamalah bersama Tetangga & Kaum Muslimin"




BISMILLAH
_______

📝 Dengan mengharap Ridho Allah Ta'ala.

📕 Hadirilah Kajian Ilmiah Ahlus sunnah Wal Jamaah.

Dengan Tema :

" Prinsip Ahlus Sunnah Dalam Bermuamalah bersama Tetangga & Kaum Muslimin"

🖋 Pemateri :
Al Ustadz Ayip Syafruddin Hafidzohulloh.

📆 Sabtu /28Januari 2017.

⏲ Sesi 1 :
Jam 10.00 - Dzuhur
⏲ Sesi 2 :
Jam 15.30 - Maghrib

🏠 Majelis Ta'lim Manhajul Anbiya'.
Jl. Mastrip no.9 Tuban

✅ Ajak keluarga, tetangga, teman kita, utk mendapatkan ilmu syar'i.

💐 Baarokallahu fiikum.

Selasa, 17 Januari 2017

Audio - Muhadhoroh Tuban " Sebab-sebab Husnul Khotimah "


---------------------
Pemateri :
💺Ustadz Abu Umair As Samaronjiy حفظه الله

Muhadhoroh Ilmiyah Tuban
" Sebab-sebab Husnul Khotimah "

📆Sabtu 15 Rabi'ul Akhir 1438H

💽Sesi 1-1
https://drive.google.com/open?id=0B1LeijN-xF7yV3Z6UmluOERxYnM
💽Sesi 1-2
https://drive.google.com/open?id=0B1LeijN-xF7ya21MY3dTVC1jS1U
💽Sesi 2
https://drive.google.com/open?id=0B1LeijN-xF7ycXY3VE01VzEtNzQ

------------------
Majelis Ta'lim Manhajul Anbiya
🌴 WA - FIAS Thuban ⛵
🌐 ahlussunnahtuban.blogspot.com
🕋  t.me/islamy
📚 t.me/kisahparaNabi

📥📥📥📥📥📥📥📥

Jumat, 13 Januari 2017

Muhadhoroh Ilmiyah - Sebab-sebab Husnul Khotimah


hadir dan ikuti Muhadhoroh Ilmiyah di kota Tuban - Jawa Timur..

Dengan Pembicara : Al Ustadz Abu Umair As Samaronjy hafizhahulloh

Sabtu , 15 Robi'ul Akhir 1438 H / 14 januari 2017 M

Sesi 1 : 16.00 - Maghrib
Sesi 2 :  Maghrib - Isya'

Penyelenggara :
Majelis Taklim Manhajul Anbiya' Tuban
Jln. Mastrip no 9 Tuban - Jawa Timur
www.ahlussunnahtuban.blogspot.com

Didukung :
Radio Islam Indonesia
www.radioislam.or.id

Sabtu, 31 Desember 2016

MOHONLAH PENJAGAAN KEPADA ALLAH


al-Imam Rabi’ bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah berkata,
“Apabila seseorang dikokohkan oleh Allah di atas agama-Nya yang haq, di atas manhaj Allah yang haq, dan di atas aqidah shahihah, maka ini adalah nikmat dari Allah. Sehingga janganlah dia terperdaya oleh dirinya sendiri, jangan sombong dan congkak. Namun hendaknya dia bertawadhu’ (merendahkan dirinya) kepada Allah Sang Rabbul Alamin dan bersyukur kepada-Nya atas nikmat tersebut. Memohon kepada-Nya dengan penuh kerendahan agar senantiasa menjaga agamanya dan menjauhkan dirinya dari ketergelinciran dan penyimpangan. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi.”
al-Washaya al-Manhajiyyah, 10
قال الإمام ربيع المدخلي حفظه الله
“فإذا ثبت الله الإنسان على دينه الحق وعلى منهج الله الحق وعلى العقائد الصحيحة فهذه نعمة من الله فلا يغترَّ بنفسه، ويتباهى ويتطاول، وإنما يتواضع لله رب العالمين ويشكره على ذلك ويضرع إليه أن يحفظ له دينه، وأن يجنبَّه المزالق والزيغ؛ سبحانه وتعالى”
الوصايا المنهجية -ص10
#manhaj #kokoh #tawadhu #penjagaan #rabi
http://www.manhajul-anbiya.net/mohonlah-penjagaan-kepada-allah/

Jumat, 30 Desember 2016

MAKNA" لا إله إلا الله "




🔘 Asy Syaikh Shalih Al Fauzan -hafizhahullahu- berkata :

والتفسير الصحيح لهذه الكلمة عند السلف والمحققين:
أن يُقال: (لا معبود بحق إلا الله) كما سبق

[ www.ajurry.com ]

"Dan tafsir yang benar untuk kalimat ini menurut Salaf dan Para Peneliti dari kalangan Para Ulama,
Disebutkan bahwa maknanya adalah : لا معبود بحق إلا الله
(Tidak ada yang berhak diibadahi dengan benar melainkan Allah) sebagaimana yang telah lalu."

        🔇 Kalau dimaknakan dengan "Tidak ada Tuhan selain Allah"
Maka ini salah. Karena Allah sendiri menyebutkan bahwa sesuatu yang "dituhankan" itu banyak.
Sebagaimana firman-Nya :

{ اتَّخَذُوٓا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبٰنَهُمْ أَرْبَابًا مِّن دُونِ اللَّهِ وَالْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَمَآ أُمِرُوٓا إِلَّا لِيَعْبُدُوٓا إِلٰهًا وٰحِدًا ۖ لَّآ إِلٰهَ إِلَّا هُوَ ۚ سُبْحٰنَهُۥ عَمَّا يُشْرِكُونَ }

"Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam, padahal mereka hanya disuruh menyembah Satu Sesembahan saja, tidak ada Sesembahan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan."
[ QS. At-Taubah: Ayat 31 ]

        🔇 Dan jika ada yang berkata, "maksud kami adalah tidak ada Pencipta, Pengatur dan Pemberi rizki kecuali Allah !"
Maka ini juga kurang tepat !
Mengapa ?
Karena bukan ini yang Allah dan Rasul-Nya maksudkan dengan kalimat La ilaha illallah.
Adapun kalimat "Tidak ada pencipta, pengatur,....dst kecuali Allah", maka ini memang benar bahwa tidak ada yang berserikat dalam hal ini semua dengan Allah.
Inilah kandungan Tauhid Rububiyyah.
Sementara La ilaha illallah itu masuk pada kandungan Tauhid Uluhiyyah.
⚠️ Sekarang..., jika makna La ilaha illallah adalah "Tidak ada Pencipta, pengatur, dst kecuali Allah."
Atau dimaknai dengan "Tidak ada Tuhan melainkan Allah."
💢 Dengan ini, otomatis iblis la'natullah 'alaih, fir'aun atau selainnya dari kalangan musyrikin quraisy saat itu dianggap beriman karena meyakini ini semua ???
Sebagaimana firman Allah tentang pengakuan mereka,

{ قَالَ أَنَا۠ خَيْرٌ مِّنْهُ خَلَقْتَنِى مِن نَّارٍ وَخَلَقْتَهُۥ مِن طِينٍ }

"iblis berkata,"Saya lebih baik dari dia(Adam), Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah"."
[ QS. Al-A'raf : Ayat 12 ]

{ قَالَ رَبِّ فَأَنظِرْنِىٓ إِلٰى يَوْمِ يُبْعَثُونَ }

"Berkata iblis: "Ya Tuhanku, (kalau begitu) maka beri tangguhlah kepadaku sampai hari (manusia) dibangkitkan,"
[ QS. Al-Hijr : Ayat 36 ]

{ قُلْ مَن يَرْزُقُكُم مِّنَ السَّمَآءِ وَالْأَرْضِ أَمَّن يَمْلِكُ السَّمْعَ وَالْأَبْصٰرَ وَمَن يُخْرِجُ الْحَىَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَىِّ وَمَن يُدَبِّرُ الْأَمْرَ ۚ فَسَيَقُولُونَ اللَّهُ ۚ فَقُلْ أَفَلَا تَتَّقُونَ }

"Katakanlah(kepada musyrikin quraisy): "Siapakah yang memberi rezeki kepada kalian dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan?" Maka mereka akan menjawab: "Allah". Maka katakanlah "Mangapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya)?""
[ QS. Yunus: Ayat 31 ]

        🔇 Jika ada yang berkata, memang semua makhluk meyakini itu. Namun kan, karena mereka tidak mau beribadah kepada Allah !

💯 Maka kita jawab : "Nah inilah yang dimaksud ! Kalau begitu makna La ilaha illallah bukan makna Tauhid Rububiyyah tapi Uluhiyyah yakni disamping mereka meyakini Tauhid Rububiyyah, mereka juga harus merealisasikan kandungan Tauhid Uluhiyyah."
💯 Oleh karenanya mereka harus beribadah hanya kepada Allah, bukan kepada selain-Nya.
💯 Jadi kesimpulan makna LA ILAHA ILLALLAH adalah LA MA'BUDA BIHAQQIN ILLALLAH (Tidak ada Sesembahan yang berhak diibadahi dengan benar melainkan Allah).


والله أعلم بالصواب
بارك الله فيكم



✍🏽 Abu Ishaq At Thubany
       -Ghofarallahu lahu-

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

⚪️ JOIN TELEGRAM :
🌏 https://tlgrm.me/islamy
🌴 www.ahlussunnahtuban.blogspot.com

Selasa, 27 Desember 2016

KERAJAAN IBLIS -لعنة الله عليه- ADA DI ATAS LAUT



🔘 Dalam hadits riwayat Imam Muslim dari Jabir bin Abdillah -radliyallahu 'anhu- berkata : Rasulullah -Shallallahu 'alaihi wa Sallam- bersabda :

"إن إبليس يضع عرشه على الماء ثم يبعث سراياه، فأدناهم منه منزلة أعظمهم فتنة."

"Sesungguhnya Iblis meletakkan singgasananya di atas air, lalu mengutus pasukannya. Maka yang mendapatkan kedudukan paling dekat dengan iblis diantara mereka adalah yang paling besar fitnahnya (dalam menggoda bani Adam)."

 "وعند أحمد : "عرش إبليس على البحر يبعث سراياه في كل يوم يفتنون الناس، فأعظمهم عنده منزلة أفتنهم للناس."

Dan (disebutkan) dalam riwayat Imam Ahmad :
"Singgasana iblis di atas laut, ia mengutus pasukannya pada setiap harinya untuk memfitnah manusia. Maka diantara mereka(pasukannya) yang paling besar kedudukannya di sisi Iblis adalah yang paling besar pengaruhnya dalam memfitnah manusia."


و الله أعلم بالصواب
بارك الله فيكم




✍🏽 Abu Ishaq atThubany
      -Ghofarollahu lahu-

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

📚 https://tlgrm.me/kisahparaNabi

 
Loading ...