Sabtu, 26 Desember 2015

KAJIAN SABTU - Syarh Ushulil Iman : PARA ROSUL TIDAK BERHAK DIIBADAHI





Berkata Fadhilatus Syaikh Muhammad Ibnu Sholih Al 'Utsaimin Rohimahullah :


والرسل بشر مخلوق ليس لهم من خصائص الربوبية و الألوهية شيء، قال الله تعالى عن نبيه محمد صلى الله عليه وسلم وهو سيد الرسل و أعظمهم جاها عند الله :

{ قُل لَّآ أَمْلِكُ لِنَفْسِى نَفْعًا وَلَا ضَرًّا إِلَّا مَا شَآءَ اللَّهُ ۚ وَلَوْ كُنتُ أَعْلَمُ الْغَيْبَ لَاسْتَكْثَرْتُ مِنَ الْخَيْرِ وَمَا مَسَّنِىَ السُّوٓءُ ۚ إِنْ أَنَا۠ إِلَّا نَذِيرٌ وَبَشِيرٌ لِّقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ } الأعراف : ١٨٨


🇮🇩 :

"Dan Para Rosul Alaihimus Sholātu was Salām, mereka adalah Manusia yang DICIPTAKAN pada Mereka TIDAK ADA Pengkhususan (Sifat2) Rububiyyah dan Uluhiyyah sedikit pun.
Allah Ta'ala berfirman tentang Nabi Nya Muhammad Shollallahu 'alaihi wa Sallam dalam keadaan Beliau sendiri adalah Pemimpin Para Rosul dan Paling Agung Kedudukannya diantara Mereka di sisi Allah : "Katakanlah: "Aku tidak berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya Aku mengetahui yang Ghaib, tentulah Aku berbuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan Aku tidak akan ditimpa kemudharatan. Aku tidak lain hanyalah PEMBERI PERINGATAN dan PEMBAWA BERITA GEMBIRA bagi orang-orang yang beriman."
[QS. Al-A'raf: Ayat 188]


Wallahu A'lam bis Showāb


Bārokallahu fiikum

___________________________________

✒ Abu Ishāq AtThubàny

📚 Syarh Ushulil Iman
      Lis Syaikh Ibnu 'Utsaimin Rohimahullah

⌚ Kajian Setiap Sabtu
      Pkl 16.00 WIB
      (In syā Allah)

🏡 Jl.Mastrip 9, Karang Indah
       Belakang PolRes, Tuban


_________🌴 FIAS, Thuban ⛵_________
  (Fawaid Ilmiyyah Ahlus Sunnah, Thuban)

TANGGAPAN TERHADAP PERNYATAAN IMAM BESAR MASJID ISTIQLAL




 Pertanyaan : Bagaimana menanggapi pernyataan Imam Besar Masjid Istiqlal [Prof DR KH Mustafa Ali Ya'qub MA] yang menyatakan bahwa kalau maulid Nabi itu bid'ah berarti umrah di bulan Ramadhan juga bid'ah karena Nabi juga tidak pernah umrah di bulan Ramadhan?

 Dijawab oleh : Al Ustadz Muhammad bin Umar as Seweed hafizhahullah

Tanya Jawab Kajian Ilmiyah Masjid al Mujahidin Jakarta || Sabtu 15 Rabi'ul Awwal 1437H/26 Desember 2015M

⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram : http://bit.ly/ForumSalafy

Untuk audio download di sini

Jumat, 25 Desember 2015

HUKUM MEMAKAN MAKANAN PERAYAAN MAULID





 حكم أكل طعام المولد ؟ 

▪للشيخ عبد المحسن العباد - حفظه الله - 
[http://cutt.us/D3PUk ]

✍ تفريغ المادة :

❪✵❫ السُّــــ☟ـــؤَالُ: 

[هل يجوز أكل طعام أهل البدعة ؟ علماً بأنهم يصنعون هذا الطعام لهذه البدعة، كصنع الطعام للمولد النبوي ؟ ]

❪✵❫ الجَـــ☟ـــوَابُ: 

《 الواجب تنبيههم على أن يبتعدوا عن البدع ، ويتركوا الأمور المحرمة، وعلى الإنسان أن لا يأكل من الطعام الذي صنع لأمور مبتدعة ولأمور محرمة 》 .

•┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈•


HUKUM MEMAKAN MAKANAN PERAYAAN MAULID


 Syaikh Abdul Muhsin Al'abad  حفظه الله ورعاه

 soal:

Apakah boleh memakan makanan ahlul bid'ah yang mana di ketahui bahwasanya mereka membuat makanan ini  untuk kebid'ahan,
seperti membuat makanan untuk perayaan maulid nabi.. ?

 Jawab(Syaikh Abdul Muhsin Al'Abaad Hafidazhulloh)  :

Wajib untuk memperingati mereka agar supaya menjauhi perkara bid'ah ini dan meninggalkan perkara yang di haramkan ini

 Dan setiap manusia hendaklah tidak memakan dari makanan yang di buat untuk suatu perkara amalan yang bid'ah dan juga untuk suatu perkara amalan yang di haramkan"

🔅🔅🔅🔅

Admin Group :
» Fawaid ilmiyah wad durus || www.fawaidilmiyahwaldurus.blogspot.co.id

)) Channel Telegram: @fawaid_ilmiyahwaldurus || http://bit.ly/fawaid_ilmiyahwaldurus

Rabu, 23 Desember 2015

Hukum Sholat Dengan Celana Ketat





Berikut ini, Fatwa dari Fadhilatus Syaikh Abdul 'Aziz ibnu Baz Rohimahullah, Ketika Beliau ditanya tentang Orang Yang Sholat Menggunakan Bantholun yaitu Celana semisal Levis yang sempit, sesak dan tidak longgar.
Bukanlah yang dimaksud adalah Bahannya.
Tetapi Bentuknya yang SEMPIT, TIDAK LONGGAR SEHINNGA MEMBENTUK AUROTNYA.
Maka Masuk padanya Celana2 Kantor, Karyawan walaupun bahannya bukan Levis TETAPI SIFATNYA SAMA(Sempit).

🔎 Mari Kita Simak Fatwa Beliau Rohimahullah :


حكم الصلاة بـ(البنطلون)

HUKUM SHOLAT DENGAN BANTHOLUN

السائل (ع.ع) الرياض يقول: ما حكم لباس سروال "البنطلون"؟ خاصة أن بعض من يلبسه ينكشف جزء من عورته، وذلك وقت ركوعه وسجوده في الصلاة.

Penanya Berkata : "Apa Hukum Menggunakan Celana "Bantholun?"
Terkhusus bagi sebagian Yang Menggunakannya, TERSINGKAP SEBAGIAN AUROTNYA(karena ketat), dan hal itu NAMPAK saat RUKU' dan SUJUD dalam Sholat ."


 إذا كان البنطلون - وهو السراويل - ساتراً ما بين السرة والركبة للرجل، واسعاً غير ضيق صحت فيه الصلاة، والأفضل أن يكون فوقه قميص يستر ما بين السرة والركبة، وينزل عن ذلك إلى نصف الساق أو إلى الكعب؛ لأن ذلك أكمل في الستر.

 As Syaikh Rohimahullah menjawab :
"Apabila Bantholun tersebut -yakni celana panjang tersebut-
1》Bisa Menutupi antara Pusar dan Lutut bagi Laki2"
2》LEBAR, TIDAK SEMPIT
Maka SHOLATNYA SAH.
Dan Yang Afdhol, Ia memakai GAMIS diatasnya yang bisa Menutupi Pusar dan Lututnya.
Yang GAMIS tersebut Menutupi sampai SETENGAH BETIS atau Hampir MATA KAKINYA, Karena Hal Itu(menggunakan Gamis), Lebih Sempurna dalam Menutup AUROT."

والصلاة في الإزار الساتر أفضل من الصلاة في السراويل إذا لم يكن فوقها قميص ساتر؛ لأن الإزار أكمل في الستر من السراويل.

"Dan Sholat Menggunakan SARUNG YANG BISA MENUTUPI(AUROT) ITU LEBIH AFDHOL dari pada Sholat Menggunakan Celana, JIKA TIDAK MENGGUNAKAN GAMIS YANG MENUTUPI AUROTNYA.
Karena SARUNG LEBIH SEMPURNA DALAM MENUTUPI AUROT DARI PADA SE-MATA2 CELANA PANJANG."
(Selesai Jawaban Beliau Rohimahullah)


 Kesimpulan :
1》Tidak Syah Orang yang Sholat jika :
      ~Celananya Ketat dan Sempit sehingga Lekukan Aurot Pantat dan Pahanya Nampak
      ~Pusar dan diatas 1/2 Betis nya tidak tertutupi

2》Bagi Yang Sholat menggunakan Celana KETAT dan SEMPIT, apapun Bahannya. Maka SUDAH SEMESTINYA Ia menggunakan GAMIS/JUBAH (asal TIDAK ISBAL) Atau BISA menggunakan SARUNG.


 TANBIH :
______________

       Ini Ana peruntukkan kepada Ana Pribadi dan Ikhwah sekalian dan Saudara2 Kita Kaum Muslimin.
Bahwa Bagi Kita yang hendak Sholat, hendaknya memperhatikan Celana Kita.
Kadang Kita TERTIPU dengan MODEL CELANA GAUL YANG SETENGAH BETIS, NAMUN TERNYATA JIKA DIPAKAI RUKU' DAN SUJUD SEMPIT dan KETAT.
INI BAHAYA, MERUGIKAN❗
Bagi Kita yang Kerja Kantoran/semisalnya Hendaknya selalu sedia Sarung atau Gamis/Jubah untuk Sholat.
☝🏻Karena terkadang Kita Anggap Celana Kita tidak BEGITU KETAT, NAMUN KITA TIDAK SADAR KALAU DIPAKAI RUKU'DAN SUJUD TERNYATA MASIH MASUK KATEGORI KETAT/SEMPIT MEMBENTUK AUROTNYA DARI PANTAT HINGGA LUTUTNYA.
DAN BAHKAN TEMAN KITA PUN MENILAI CELANA KITA KETAT, NAMUN....NAMUN.....SUNGKAN MENEGURNYA.
Ini BERMUDHOROT /BAHAYA❗
❗Karena minimalnya SHOLAT KITA SAH TETAPI MEMBAWA DOSA, KARENA AUROT TIDAK TERTUTUPI DENGAN SEMPURNA❗

 Pernah disebutkan oleh Salah Satu Ustadz Kita, bahwa Asal Muasal Celana Kaum Muslimin adalah SIRWAL (Celana Lebar,Tidak Ketat, Tebal Bahannya).
Dan Akhirnya Celana Bantholun berkembang di-tengah2 Kaum Muslimin, dikarenakan Saat Negeri2 Kaum Muslimin JATUH DITANGAN NAJIS MEREKA, Mereka Orang2 Kuffar Memperkenalkan Celana Bantholun dan Akhirnya Kaum Muslimin MENIRU GAYA MEREKA.
Sampai yang Kita Saksikan Sendiri Sekarang ini, dengan Berbagai Modelnya.
Ada yang Isbal dan ada yang tidak.

 Maka Bagi Ikhwah sekalian,
Ini Nasehat untuk Ana Pribadi Khususnya.
Semestinya bagi Kita, jika Bukan Karena TUNTUTAN KERJA atau KEPERLUAN YANG LAIN, maka Hendaknya jika Kita Keluar Rumah walaupun tidak akan ke Masjid.
Alangkah Baiknya, Kita berpakaian 'Ala Muslim, bahkan Pakaian Siap Sholat.
🏻 Pakai Peci
🏻 Pakai Gamis/Sarung
🏻 Dalam Rangka Menyelisihi Orang2 Kafir yang Seringnya Pakaiannya Sama dengan Kaum Muslimin Umumnya.
Kadang Kita ragu saat akan memberikan Salam.
Karena Pakaiannya.
Ia Muslim atau Bukan ?
Ternyata Muslim.....


Wallahu A'lam Bis Showāb


___________________________________


 Nurhadi Atthubāny


__________ FIAS Thuban_________
  (Fawāid Ilmiyyah Ahlus Sunnah, Thuban)

Minggu, 20 Desember 2015

BELUM AHLI MENAMPILKAN DIRI




🏻التصدر قبل التأهل :

At Tashoddur Qoblat Taahhul
Adalah Seseorang Menampilkan Diri, dalam keadaan Ia belum Ahli.

As Syaikh Muhammad ibnu Sholih Al 'Utsaimin -Rohimahullah-menyebutkan didalam Kitab Beliau "Kitabul Ilmi" bahwa Menampilkan Diri Dalam Keadaan Ia Belum Ahli merupakan Kesalahan Yang Harus Dihindari Bagi Penuntut Ilmu Syar'i.
Jangankan dalam perkara Agama, dalam perkara dunia saja hal ini sudah MENYALAHI PRINSIP !!!

 Berikut Ini, Kerusakan2 yang Timbul Akibat At Tashoddur Qoblat Taahhul :
1. Akan muncul Sifat Ujub/Bangga diri karena Ia memandang bahwa dirinya sudah "WAH"
2. Sikap dia menunjukkan tidak adanya Pemahaman Agama pada dirinya !!!
Mengapa?  Karena Jika Ia terjatuh dalam perkara yang Manusia Tahu tentang Kekurangannya yang Sekian banyaknya itu, Ia SUSAH BERLRPAS DIRI/RUJU' DARINYA.
3.  Ia akan SERING BERKATA tentang AGAMA ALLAH dengan TANPA ILMU
4.  Seorang Penuntut Ilmu jika Ia Tampil Belum Saatnya, Keumumannya TIDAK MAU MENERIMA ALHAQ, dengan dugaan jika dia tunduk padanya saat Salah, Ia Anggap Sikap tersebut menunjukkan IA BUKAN ORANG ALIM.


 Tanbih Muhim/Peringatan Penting :
 Dalam Point yang KeEmpat diatas, tidaklah demikian.
 Justru Orang yang Ruju'.... Kembali kepada AlHaq ketika Salah, hal Itu menunjukkan dirinya ALIM.


 Semoga Allah Jauhkan hal ini dari Kita Semua..... Amin.

Wallahu A'lam bis Showāb

Bārokallahu fiikum

___________________________________


 Kitābul Ilmi, Lil Utsaimin رحمه الله



__________FIAS Thuban__________

FAEDAH PENTING DARI KISAH AL IMAM AHMAD BIN HANBAL RAHIMAHULLAH




 Perhatikanlah, semoga Allah memberimu taufik dan setiap perkara butuh kepada taufik

 Pertanyaan: Apakah para penolong Imam Ahmad tidak mampu untuk menolong beliau dengan melakukan berbagai demonstrasi?!

 Berapa jumlah pelayat yang mengiringi jenazah al-Imam Ahmad?

 Al-Hafizh Abu Zur'ah menyebutkan bahwa jumlah mereka mencapai dua setengah juta (2,5 juta) manusia

... Al-Hafizh 'Abdul Wahhab al-Warraq berkata: "Tidak pernah sampai kepada kami baik di masa jahiliyah ataupun di masa Islam, kumpulan manusia yang mengiringi sebuah jenazah yang lebih besar dari pada kumpulan manusia yang berkumpul mengiringi jenazah Imam Ahmad."

... Ibnu Hatim berkata: "Saya mendengar bahwa di hari meninggalnya Ahmad bin Hanbal ada dua puluh ribu orang dari kalangan Yahudi, Nashrani, dan Majusi yang telah masuk Islam."
["Al-Bidayah wan Nihayah" karya Ibnu Katsir (10/342)]

 Dan pertanyaannya:
🔺 Di mana mereka ini pada hari di mana Imam Ahmad disiksa,
🔺 dipenjara,
🔺 dan dilarang mengajar karena sebab akidah shahihah yang senantiasa beliau seru kepadanya?

❓🔥 Di mana mereka dari: penyatuan akidah dan penetapan ketinggian Allah di atas makhluk-Nya!

❓🔥 Di mana mereka dari: Jutaan manusia yang menghapus bid'ah khalqil Qur'an (keyakinan yang mengatakan bahwa al-Qur'an itu makhluk) dan melengserkan al-Watsiq!

❓🔥 Di mana mereka dari: demonstrasi membela Imam al-Mubajjal Ahmad bin Hanbal!
>>> Mereka tidak melakukannya karena sungguh beliau telah mengajari mereka manhaj para Nabi.

💡 Pada hari di mana para fuqaha berkumpul di sisi beliau (untuk merencakan pemberontakan), beliau mengatakan:
▪ "Wajib bagi kalian mengingkari (kejahatan penguasa) di dalam hati-hati kalian,
▪ Namun kalian jangan mencabut tangan dari ketaatan (memberontak kepada penguasa),
▪ jangan kalian tumpahkan darah-darah kalian dan darah-darah kaum muslimin bersama kalian,
▪ pertimbangkanlah akibat kesudahan perkara kalian,
▪ dan bersabarlah hingga orang yang baik itu beristirahat (dengan kematiannya dari kesibukan dunia dan penderitaannya) ▪ dan berisitirahatlah manusia dari kejahatan orang yang fajir (dengan kematiannya).

Beliau juga berkata:
▪ Ini (memberontak kepada penguasa) tidaklah benar
▪Ini menyelisihi atsar.

 "al-Adab asy-Syar'iyyah" karya Ibnu Muflih (1/195) dan "as-Sunnah" karya al-Khallal (133)

 Sumber: Channel Telegram Syaikh Fawwaz al Madkhali hafizhahullah

 Alih bahasa : Syabab Forum Salafy

***
 FSI || http://forumsalafy.net/?p=13647
 WhatsApp Salafy Indonesia
 Channel Telegram : http://bit.ly/ForumSalafy

Jumat, 18 Desember 2015

MEMAKAI PAKAIAN PUTIH PADA HARI JUM’AT





Asy Syaikh Ubaid bin Abdillah al Jabiry hafizhahullah

 Semoga Allah membalas anda kebaikan wahai Syaikh kami.

 Pertanyaan ke-dua belas. Ia mengatakan: Apakah mengenakan pakaian putih pada hari Jum’at memiliki kekhususan ataukah seperti hari-hari yang lainnya?

 Jawaban: Beliau shallallahu ‘alaihi was salam bersabda:

خير ثيابكم البياض, تصلون فيها جمعكم وتكفنون يها موتاكم

“Sebaik-baik pakaian kalian ialah pakaian putih. Kalian shalat Jum’at mengenakannya dan mengkafani jenazah-jenazah kalian dengannya.”

 Saya mendengar asy-Syaikh Nashir sebelum meninggalnya tiga puluh tahun yang lalu. Beliau shalat Zhuhur bersamaku pada hari ketika saya masih di Masjid as-Sabaq di Madinah, saya kira pada tahun 1391 H. Saya tidak mengetahui kedatangan beliau hingga ada sebagian ikhwan yang mendatangiku dan mengatakan bahwa ada asy-Syaikh Nashir.

 Yang saya maksudkan adalah setelah shalat, lalu saya mendatangi beliau rahimahullah, maka beliau berdiri, menyambutku, menemuiku dengan penuh kegembiraan dan kerahamahan, saya dan beliau saling berpelukan. Maka itu adalah jalsah yang tiada tara sebagaimana yang mereka katakan. Saya mendengar beliau berfatwa dengan ini dan menyebutkan hadits ini.

 Sumber: http://ar.miraath.net/fatwah/10886

 Alih bahasa : Syabab Forum Salafy

 WhatsApp Salafy Indonesia
 Channel Telegram : http://bit.ly/ForumSalafy

Kamis, 17 Desember 2015

Apakah akhwat boleh mengemudi mobil atau motor



Tanya:
Apakah diperbolehkan bagi seorang akhwat untuk mengemudi kendaraan seperti mobil dan motor?

Jawab:
Oleh Al Ustadz Abu Abdillah Luqman Ba'abduh hafizhahullah

Ada fatwa dari ulama kibar, fatwa dari Asy Syaikh bin Baz, Asy Syaikh Utsaimin, Asy Syaikh Muqbil, Asy Syaikh Rabi', dan yang lainnya. Bahwa tidak dibenarkan wanita muslimah mengemudi mobil, barakallahufiikum. Kalau motor, apa hukumnya sama dengan mobil? Kalau kita pelajari 'illah-'illah, hukum yang disebutkan oleh para ulama kibar tadi, sebab-sebab munculnya fatwa bahwa haramnya bagi kaum wanita mengemudi mobil atau menyetir mobil (bukan mengendarai tapi menyetir atau mengemudinya). Kita lihat poin-poin sebab munculnya fatwa, maka sepeda motor lebih parah dibandingkan mobil. Sepeda motor lebih parah, ini terkhusus apabila kita melihat bahaya yang muncul bagi kaum wanita ketika mengendarai sepeda motor.

Sudah terlalu banyak kisah. Ada salah satu ummahat yang sampai patah tangannya karena kain jilbabnya masuk ke putaran rantai atau jeruji. Ada yang sampai gagar otak, ada yang sampai meninggal dunia, ada yang sampai bayinya yang meninggal. Berbagai kejadian mengerikan kalau dikumpulkan yang menimpa salafiyyin saja, apalagi yang umum. Menimpa ahlussunnah, luar biasa banyaknya laporan yang sudah masuk. Sampai seingat saya di majalah Asy Syariah pernah ada himbauan terkait mengendarai sepeda motor bagi wanita. Atau suami-suami yang membonceng istri atau anaknya. Hati-hati! Tapi salafiyyin banyak yang tidak sadar.

Baru beberapa hari yang lalu, saya melewati naik mobil ada ikhwan salafy membawa putrinya di salah satu pondok pesantren. Ia di depan kita, nampak hampir itu jilbab atau jubah putrinya masuk ke jeruji atau rantainya. Kemudian saya minta tolong kepada ikhwan yang menyetir: 

"Tolong cepat kejar dia!" 

Begitu kejar, saya sudah tidak sabar karena peringatan sudah terlalu banyak. Pertama saya minta tolong ikhwan yang menyetir, tolong ingatkan dia agar tidak membonceng putrinya dalam kondisi seperti itu, tapi kebetulan dia orang jawa:

"Mas, kakinya mas ya, itu..."

Waduh saya tidak sabar:

"Heh dengar ya! Kalau kamu sayang sama putrimu, jangan kamu ulangi ini lagi. Naik sepeda motor yang benar. Itu jubah putrimu hampir masuk. Dengar!"

Dia kaget, rupanya tahu ustadz. 

"Iya ustadz, iya ustadz"

Bahaya! Urusannya sudah nyawa, sudah nyawa. Ustadz kelembutan ustadz, perlu lembut. Iya lembut pada tempatnya, kalau harus marah, rasulullah juga marah, sampai merah wajahnya, bersuara rasul shallallahu 'alaihi wasallam. Ketika perkara itu sudah besar. Maka ana ingatkan di majlis ini pula ikhwan. Yang membonceng istri atau putrinya, hendaknya benar-benar dia menyayangi mereka, perhatikan, sepeda motornya dimodifikasi agar selamat. 
Kemudian juga barakallahufiik, kepada ummahat, saran saya adalah untuk tidak mengemudi sepeda motor. Kalau mobil, insya Allah saya yakin tidak ada. Tapi kalau sepeda motor saya sarankan jangan. 

"Anu ustadz, untuk kepentingan ta'lim"

Kalau ada yang mengantar alhamdulillah, kalau tidak ada yang mengantar maka kamu di rumah!

"Dalam rangka hadir ta'lim dan daurah"

Tidak usah ikut daurah, di rumah! 

"Kan dalam rangka thullabul ilmi ustadz"

Iya kamu bisa mengikuti via radio, alhamdulillah. Dulu tidak ada di jaman rasul radio, sekarang ada, nikmati fasilitas ini. Atau bisa melalui rekaman.

"Kurang nyaman ustadz mengikuti rekaman, lebih baik langsung hadir"

Iya memang, tetapi kalau mengundang bahaya seperti itu, maka jangan dilakukan! Dan sebagian ummahat, kalau sudah naik kendaraan, kondisinya itu tidak bagus, terkena angin. Tidak bagus! Saya yakin kalau suami yang mengerti akan melarang istrinya untuk itu. Dan seorang istri yang takut kepada Allah akan taat kepada suaminya.

Download Audio disini

KABAR GEMBIRA: INFO TERKINI dari YAMAN



: ⁠⁠⁠عقد الرئيس عبدربه منصور هادي، في قصر الرئاسة بمنطقة معاشيق بعدن، لقاء اليوم الثلاثاء، مع سلفيو محافظة عدن وقائد المنطقة الرابعة ومدير الأمن بعدن شلال علي شائع.

وقالت مصادر مشاركة إن مشائخ السلفية أكدوا وقوفهم إلى جانب الشرعية وأنهم لم يقاتلوا إلا طاعة لله في الجهاد ثم طاعة لولي الأمر.

مؤكدين موقفهم من كفر الروافض، داعيين الرئيس إلى تبني دعوة أهل السنة كونها الدعوة الوسطية.

وطالب مشائخ السلفية الرئيس هادي نفتح معاهد وجامعات لتدريس السنة والمنهج الصحيح.

وكان أبرز الحاضرين من مشائخ السلفية في عدن، علي الحذيفي وياسين العدني وصلاح كنتوش وعباس الجونة ومنير السعدي وزكريا شعيب وعبدالله قاسم وسامح العدني.



Kabar gembira;masyayikh adn telah dipanggil oleh presiden yaman Abdu robbih mansur hadi  arsyadahulloh di istana negaranya.

Di antara masyayikh adn yg hadir;syaikh ali hudzaifi,syaikh yasin,syaikh solah,syaikh abbas jaunah,syaikh munir,syaikh zakariya,syaikh abdulloh kosim dan syaikh samih hafidzohumulloh.
 
Diantara hasil pertemun:presiden meminta agar masyayikh membuka pondok-pondok dan pendidikan-pendidikan tinggi untuk mengajari kaum muslimin sunnah dan manhaj yang benar.
 Subhanalloh wallohuakbar semoga Alloh mudahkan,sehingga yaman kembali sebagai negri dambaan para penuntut ilmu syar'i.

والله ولي ذلك والقادر عليه.
منقول من مجموعة مشايخ عدن

 
Loading ...